Pages

Thursday, 9 August 2012

Bagian Bagian Tumbuhan



Tumbuhan termasuk dalam makhluk hidup, karena tumbuhan dapat tumbuh  dan berkembang. Seperti halnya makhluk hidup lain, tumbuhan juga memiliki bagian-bagian yang penting. Bagian-bagian tersebut  memiliki fungsi masing-masing dalam proses  kehidupannya. Bagian-bagian tersebut antara  lain akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Berikut ini penjelasan mengenai bagian-bagian dari tumbuhan :

Akar
Akar merupan bagian tumbuhan yang arah tumbuhnya ke dalam tanah. Oleh karena itu, umumnya akar berada di dalam tanah. Akar biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Bentuk akar sebagian besar meruncing pada ujungnya. Bentuk runcing memudahkan akar menembus tanah. Secara umum, akar memiliki beberapa bagian utama. Bagian-bagian tersebut adalah inti akar, rambut akar, dan tudung akar.

1. Struktur Akar
Akar pada umumnya, terletak didalam tanah. Warna akar tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Bentuk akar sebagian besar meruncing pada ujungnya. Bentuk yang runcing memudahkan akar menembus tanah. Akar terdiri dari beberapa bagian, diantaranya rambut akar (bulu akar) dan tudung akar. Rambur akar merupakan jalan masuk air dan zat hara dari tanah ke tumbuhan. Tudung akar berfungsi melindungi akar saat menembus tanah.

Ada dua jenis akar, yaitu akar serabut dan akar tunggang. Akar serabut berbentuk seperti serabut. Bagian ujung dan pangkal akar berukuran hampir sama besar. Semua bagian akar keluar dari pangkal batang. Akar serabut juga bercabang-cabang. Akan tetapi, ukuran percabangannya tidak terlalu berbeda. Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan biji keping satu (monokotil), misalnya jagung, padi, dan tebu.

Akar tunggang memiliki akar pokok. Akar pokok bercabang-cabang menjadi bagian akar yang lebih kecil. Perbedaan ukuran antara akar pokok dengan akar cabang sangat nyata. Akar tunggang dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil), misalnya tidak berakar tunggang jika ditanam dengan cara cangkok atau distek. Tumbuhan yang dicangkok atau distek menjadi berakar serabut. Akar serabut memiliki kesamaan dengan akar tunggang. Kedua jenis akar ini dapat bercabang-cabang. Tujuan percabangan akar untuk memperluas bidang penyerapan di dalam tanah. Percabangan akar juga memperkuat berdirinya batang.

Pada bagian tumbuhan terdapat juga akar-akar khusus. Berikut ini akar-akar yang mempunyai sifat tugas khusus.
  • Akar Gantung, Akar ini tumbuh dari bagian batang tumbuhan di atas tanah. Akar tersebut menggantung di udara dan tumbuh kea rah tanah, misalnya akar gantung pohon beringin.
  • Akar Pelekat, Akar ini tumbuh disepanjang batang. Akar tersebut berguna untuk menempel pada kayu, tumbuhan lain, atau tembok. Akar pelekat dimiliki tumbuhan yang memanjat, misalnya akar tumbuhan lada dan sirih.
  • Akar Tunjang, Akar ini tumbuh dari bawah akar ke segala arah. Akar tersebut seakan-akan menunjang batang agar tidak rebah, misalnya akar pohon bakau dan pandan.
  • Akar Napas, Akar napas tumbuh tegak lurus ke atas sehingga muncul dari permukaan tanah atau air. Akar napas ada yang memiliki tumbuhan darat (tumbuhan di tanah) dan ada yang dimiliki tumbuhan air. Akar napas merupakan cabang-cabang akar. Akar napas memiliki banyak celah untuk jalan masuk udara, misalnya akar pohon kayu api.
2. Kegunaan Akar Bagi Tumbuhan
Akar mempunyai beberapa kagunaan. Akar berguna untuk menyerap air dan zat hara, memperkokoh tumbuhan, serta menjadi alat pernapasan. Tumbuhan membutuhkan air dan zat hara untuk kelangsungan hidupnya. Air dan zat hara itu diambil dari dalam tanah. Bagian tumbuhan yang mengambil air dan zat hara itu adalah akar. Menembus tanah dan menyerap air dan zat hara yang dibutuhkan tumbuhan. Air yang tertancap dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat berpijak kuat di tanah. Dengan begitu, tumbuhan dapat bertahan dari terjangan air atau angina. Akar berguna sebagai alat pernapasan tumbuhan. Pada permukaan akar terdapat pori-pori. Malalui pori-pori tersebut, udara di dalam tanah terserap kedalam tumbuhan.


Batang
1. Jenis Batang
Batang tumbuhan dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu batang basah, batang berkayu, dan batang rumput. Tumbuhan batang basah memiliki batang yang lunak dan barair, misalnya bayam. Tumbuhan batang berkayu mempunyai kambium. Kambium adalah bagian didalam batang yang hanya memiliki tumbuhan batang berkayu. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan. Pertumbuhan kambium ke arah luar membentuk kulit. Pertumbuhan ke arah dalam membentuk kayu. Akibat pertumbuhan kambum, batang bertambah besar. Contoh tumbuhan yang memiliki batang berkayu adalah pohon jati, jambu, rambutan, nangka, dan mahoni. Tumbuhan batang rumput mempunyai ruas-ruas yang nyata dan sering berongga, misalnya tanaman padi dan rumput-rumputan.

2. Kegunaan Batang Bagi Tumbuhan
Batang mempunyai beberapa kegunaan. Batang berguna sebagai pengangkut, penopang, dan penyimpan cadangan makanan pada tumbuhan. Batang berguna sebagai pengangkut alat atau transfortasi tumbuhan. Batang mengangkut zat hara dan air dari akar ke daun. Batang juga mengangkut makanan dari tempat pemasakannya, yaitu dari daun ke bagian tumbuhan yang lain. Batang berguna sebagai penopang tumbuhan. Tujuannya antara lain agar tumbuhan mudah mendapat cahaya (khususnya cahaya matahari). Batang tumbuhan semakin tinggi atau semakin panjang. Dengan begitu, daun yang tumbuh pada batang makin mudah mendapat cahaya.

Pada beberapa tumbuhan, batang berguna sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan. Pada umunya, makanan cadangan itu dapat juga kita manfaatkan, misalnya pada tebu, kentang, dan sagu.

Daun
Daun merupakan bagian tumbuhan yang hanya tumbuh dari batang. Dauan biasanya berbentuk tipis melebar dan berwarna hijau. Warna hijau itu disebabkan adanya klorofil, yaitu zat hijau daun. Ada daun yang warnanya hijau muda dan ada yang hijau tua. Namun demikian, ada juga daun tumbuhan yang tidak berwarna hijau, misalnya daun puring. Coba anda sebutkan daun tumbuhan lainnya yang tidak berwarna hijau.

1. Bentuk daun
Daun yang lengkap memiliki bagian-bagian yang berupa pelepah, tangkai, dan helai daun. Akan tetapi, kebanyakan tumbuhan mempunyai yang tidak lengkap. Misalnya, ada daun yang terdiri atas tangkai dan helai daun saja. Sebagian besar tumbuhan seperti ini, misalnya daun nangka dan mangga. Ada pula daun yanghanya terdiri dari pelepah dan helai daun. Contoh daun seperti ini adalah daun padi dan daun jagung.

Bagian daun umumnya paling kelihatan adalah helai daun. Ada berbagai macam bentuk helai daun. Bentuk helai daun dipengaruhi bentuk susunan tulang daun. Bentuk susunan tulang daun terdiri dari tulang daun menyirip, tulang daun menjari, tulang daun melengkung, dan tulang daun sejajar. Tulang daun menyirip berbentuk seperti susunan sirip-sirip ikan. Tulang daun menyirip dapat kita amati pada berbagai tumbuhan, misalnya daun mangga, rambutan, jambu, dan nangka. Tulang daun menjari berbentuk seperti susunan jari-jari tangan. Tulang daun menjari dapat kita amati pada berbagai tumbuhan, misalnya daun papaya, singkong, jarak dan kapas. Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Tiap-tiap ujung tulang daun itu terlihat menyatu, misalnya daun genjer dan gadung. Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis lurus yang sejajar. Tiap-tiap ujung tulang daun tersebut menyatu, misalnya semua jenis rumput-rumputan.

Ada dua jenis daun berdasarkan jumlah helai daun pada tangkai daun. Jika pada sebatang tangkai daun hanya terdapat satu helai daun, disebut daun majemuk, misalnya daun belimbing.

2. Kegunaan Daun Bagi Tumbuhan
Daun mempunyai beberapa kegunaan. Daun berguna sebagai tempat pemasakan makanan. Daun juga berguna sebagai alat pernapasan tumbuhan. Daun menjadi tempat berlangsungnya proses penguapan. Daun berguna sebagai dapur tumbuhan. Di daun terjadi pemasakan makanan. Makanan itu digunakan tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya.

Daun berguna sebagai alat pernapasan tumbuhan. Dipermukaan daun terdapat pori-pori atau mulut daun. Mulut daun disebut juga stomata. Tumbuhan membutuhkan udara untuk pernapasan. Udara masuk ke tumbuhan melalui stomata. Daun berguna sebagai tempat berlangsungnya penguapan. Jika terlalu banyak air dalam tubuh tumbuhan, tumbuhan itu dapat busuk dan mati. Agar tidak busuk, kelebihan air harus dikeluarkan dari tumbuhan. Kelebihan air itu dikeluarkan melalui mulut daun dalam bentuk uap air. Dengan begitu, tumbuhan tidak busuk karena terlalu banyak air.

Bunga
Hampir semua orang menyukai bunga. Kita biasanya menanam tanaman hias yang berbunga dan harum. Ukuran bunga bermacam-macam, ada yang kasar dan ada yang kecil.

a. Struktur Bunga
bunga tersusun atas beberapa bagian. Bunga sempurna memiliki lima bagian, yaitu tangkai, dasar bunga, kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Tangkai bunga menghubungkan bunga dengan batang. Bentuk pangkal tangkai bunga agak membesar. Bagian tangkai yang membesar ini merupakan dasar bunga. Saat bunga belum mekar, mahkota bunga dibungkus oleh kelopak bunga. Mahkota bunga merupakan perhiasan bunga. Mahkota bunga memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam. Keindahan bunga ditentukan oleh bentuk dan warna mahkota bunga. Didalam mahkota bunga terdapat bagian bunga yang bentuknya seperti benang yang disebut benang sari. Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada bunga. Bunga ada yang benang sarinya banyak dan ada yang sedikit. Pada bagian tengah bunga juga ada bagian yang agak membesar yang disebut putik. Putik merupakan alat kelamin betina pada bunga.

b. Kegunaan Bunga Bagi Tumbuhan
Mahkota bunga biasanya memiliki bentuk dan warna yang indah. Mahkota yang indah menarik perhatian serangga, misalnya kupu-kupu. Akibatnya, tanpada disengaja kupu-kupu membantu terjadinya penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari ke atas kepala putik. Penyerbukan merupakan awal terjadinya perkembangbiakan tumbuhan. Jadi, bunga memiliki beberapa kegunaan. Bunga mempercantik tumbuhan. Bunga menjadi tempat berlangsungnya perkembangbiakan tumbuhan.

Buah
Selain bunga, bagian tumbuhan yang sangat menarik adalah buah. Buah juga beraneka ragam bentuk, warna dan rasanya. Buah dan biji merupakan bagian hasil perubahan pada bunga. Perubahan terjadi dalam proses perkembangbiakan atau proses tumbuhan memperbanyak dirinya.

a. Struktur Buah
Buah terdiri daritangaki, kulit, daging, dan biji. Tangkai buah menghubungkan buah dengan batang. Kulit buah merupakan lapisan paling luar. Daging buah adalah bagian buah yang biasanya dapat kita makan. Biji biasanya terdapat di tengah-tengah buah.

b. Kegunaan Buah dan Biji bagi Tumbuhan
Buah melindungi bakal tumbuhan baru. Mengapa demikian? Di dalam buah terdapat biji. Biji yang telah tula (matang) merupakan bakal tumbuhan baru. Selama biji tumbuh menjadi matang, daging dan kulit buah melindunginya dari pengaruh buruk dari luar. Biji yang tertanam di lingkungan yang cocok akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Thursday, August 09, 2012

Nama-nama Gunung di Indonesia

Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi aktif yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi karena Indonesia terletak di 2 jalur pegunungan dunia yaitu Circum Pasific yaitu dari Pegunungan Andes sampai New Zealand, dan Circum Mediterania dari Pegunungan Atlas sampai Pulau Banda. Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi and 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire). Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia. Berikut ini adalah beberapa nama gunung berapi di Indonesia.

Agung
Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.142 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem - Bali. Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar. Dari puncak gunung Agung kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur, meskipun kedua gunung tertutup awan karena kedua puncak gunung tersebut berada di atas awan, kepulauan Nusa Penida di sebelah selatan beserta pantai-pantainya, termasuk pantai Sanur serta gunung dan danau Batur di sebelah barat laut

Bromo
Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Galunggung
Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya. Terdapat beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan antara lain obyek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas kurang lebih 120 hektare di bawah pengelolaan Perum Perhutani. Obyek yang lainnya seluas kurang lebih 3 hektar berupa pemandian air panas (Cipanas) lengkap dengan fasilitas kolam renang, kamar mandi dan bak rendam air panas. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 5 Mei 1982 (VEI=4) disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983

Gede
Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 - 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas.

Kawah Ijen
Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen, Jawa Timur, memiliki tinggi 2368 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Kerinci
Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.

Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh. Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.

Krakatau
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II. Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Merapi
Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

Merbabu
Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah.
Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.
Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut.

Papandayan
Gunung Papandayan adalah gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.

Pada Gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya. Topografi di dalam kawasan curam, berbukit dan bergunung serta terdapat tebing yang terjal. Menurut kalisifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk type iklim B, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/thn, kelembaban udara 70 – 80 % dan temperatur 10 º C.

Rinjani
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Salak
Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.

Secara administratif, Gunung Salak termasuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengelolaan kawasan hutannya semula berada di bawah Perum Perhutani KPH Bogor, namun sejak 2003 menjadi wilayah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun, kini bernama Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Banyak yang mengira nama Gunung Salak berasal dari nama tanaman Salak, akan tetapi sesunguhnya nama gunung ini berasal dari bahasa sansekerta "Salaka" yang berarti perak. Maka Gunung Salak bermakna "Gunung Perak."

Semeru
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT. Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Sibayak
Gunung Sibayak adalah sebuah gunung yang menghadap ke kota Brastagi di Sumatera Utara. Orang Batak Karo menyebut gunung Sibayak dengan sebutuan "gunung Raja". Gunung Sibayak merupakan gunung berapi dan meletus terakhir tahun 1881. Gunung ini berada di sekitar 50 kilometer barat daya Kota Medan.

Sinabung
Gunung Sinabung adalah sebuah gunung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara. Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter. Gunung ini menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara. Gunung ini belum pernah tercatat meletus sejak tahun 1600.[3] Koordinat puncak gunung Sinabung adalah 3 derajat 10 menit LU, 98 derajat 23 menit BT.

Talang
Gunung Talang (nama lainnya Salasi atau Sulasi) merupakan gunung berapi yang terletak terletak di kabupaten Solok, provinsi Sumatera Barat, Indonesia.Gunung Talang berlokasi sekitar 9 km dari kota Arosuka ibukota kabupaten Solok, dan sekitar 40 km sebelah timur kota Padang. Gunung ini bertipe stratovolcano dengan ketinggian 2.597 m, merupakan salah satu dari gunung api aktif di Sumatera Barat, dan salah satu kawahnya menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Talang. Gunung Talang sudah pernah meletus sejak tahun 1833 sampai dengan tahun 2007.

Pada 11 April 2005, Gunung Talang kembali meletus. Gempa yang diikuti bunyi gemuruh dan letusan yang mengeluarkan debu vulkanik sudah berlangsung sedikitnya 42 kali. Di Aia Batumbuak, lokasi terdekat dengan sumber letusan, hujan debu mencapai radius 5 km, sedangkan ketebalan debu di jalan mencapai 10 cm. Di sisi selatan Gunung Talang terbentuk kawah baru yang mengeluarkan asap belerang dan hujan berdebu vulkanik. Sebanyak 27.000 penduduk harus dievakuasi dari wilayah itu.

Tambora
Gunung Tambora (atau Tomboro) adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Gunung ini terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara), Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya pada 8°15' LS dan 118° BT. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik. Tambora terbentuk oleh zona subduksi di bawahnya. Hal ini meningkatkan ketinggian Tambora sampai 4.300 m yang membuat gunung ini pernah menjadi salah satu puncak tertinggi di Nusantara dan mengeringkan dapur magma besar di dalam gunung ini. Perlu waktu seabad untuk mengisi kembali dapur magma tersebut.

Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

Gunung Anjasmara, di Jawa Timur Gunung Argopuro, di Jawa Timur
Gunung Arjuno, di Jawa Timur Gunung Aseupan, di Banten
Gunung Awu, di Sulawesi Utara Gunung Balease, di Sulawesi Selatan
Gunung Baluran, di Jawa Timur Gunung Bandahara, di NAD
Gunung Batok, di Jawa Timur Gunung Batur, di Bali
Gunung Batutara, di Laut Flores Gunung Batusibela, di Maluku Utara
Gunung Bawakaraeng, di SulselGunung Bedil, di Pangalengan, Jawa Barat
Gunung Betung, di Lampung Gunung Buntu Kabobong, di Sulawesi selatan
Gunung Bukitunggul, di Jawa Barat Gunung Bur ni Telong, di NAD
Gunung Burangrang, di Jawa Barat Gunung Boled, di jawa barat
Gunung Cikurai, di Jawa Barat Gunung Ciremai, di Jawa Barat
Gunung papandaian, di jawa barat Gunung Dempo, di Sumatera Selatan
Gunung Fatu Timao di NTTGunung Gamalama, di Ternate Ma-lut
Gunung Gamkonora, di Maluku Utara Gunung Geulis, di Jawa Barat
Gunung Gawalise di sulawesi tengah Gunung gandang dewata di sulawesi barat
Gunung Guntur di Jawa Barat Gunung Halimun, di Banten
Puncak Jaya di Papua Gunung Kabaena, di Pulau Kabaena, Sultra
Gunung Karang, di Banten Gunung Karangetang, di Sulawesi Utara
Gunung Kelud, di Jawa Timur Gunung Kencana, di Pangalengan, Jawa Barat
Gunung Klabat, di Sulawesi Utara Gunung Lalakon Barat Jawa Barat
Gn. Lamajang, di Pangalengan, JabarGunung Lasem, di Rembang Jawa Tengah
Gunung Lawu, di Jawa Timur Gunung Leuser, di NAD
Gunung Lompobattang, di SulselGunung Lokon, di sulawesi Utara
Gunung Lakaan,di Kabupaten Belu NTT Gunung Nepo, di Sulawesi Selatan
Gunung Malabar, di Jawa Barat Gunung Manglayang, di Jawa Barat
Gunung Mandalawangi, di Jawa Barat Gunung Marapi, di Sumatera Barat
Gunung Mekongga, di SultraGunung Muria, di Jawa Tengah
Gunung Nokilalaki di sulawesi tengah Gn. Mutis di Kab. Timor Tengah Utara NTT
Gunung Kembar di Banda aceh aceh Gunung Panderman, di Jawa Timur
Gunung Pangrango, di Jawa Barat Gunung Patuha, di Jawa Barat
Gunung Penanggungan, di Jawa Timur Gunung Perkison, di NAD
Gunung Pesagi, di Lampung Gunung Pesawaran, di Lampung
Gunung Prahu, di Jawa Tengah Gunung Pulasari, di Banten
Gunung Pagogul, di Sulawesi Tenggara Gunung Puncak Besar, Jawa Barat
Gunung Rajabasa, di Lampung Gunung Raung, di Jawa Timur
Gunung Sago, di Payakumbuh, SumbarGunung Riung Gunung, di Pangalengan, Jabar
Gunung Sanggabuana, di Jawa Barat Gunung Seblat, di Bengkulu
Gunung Seminung, di Lampung Gunung Sibuatan, di Sumatera Utara
Gunung Sihapuabu, di Sumetera Utara Gunung Singgalang, di Sumatera Barat
Gunung Slamet, di Jawa Tengah Gunung Sumbing, di Jawa Tengah
Gunung Sundoro, di Jawa tengah Gunung Sorik Marapi, di Sumatera Utara
Gunung Soputan, di Sulawesi Utara Gunung Talamau, di Sumatera Barat
Gunung Tampomas, di Sumedang, JabarGunung Tandikat, di Sumatera Barat
Gunung Tanggamus, di Lampung Gunung Tilu Pangalengan, di Pangalengan, Jabar
Gn Wayang, Kab. Bandung, JabarGunung Welirang, di Jawa Timur
Gunung Wilis, di Jawa Timur Gunung Windu, di Pangalengan, Jawa Barat

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Thursday, August 09, 2012

Tuesday, 7 August 2012

Pemilu dan Pilkada

Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία – (dēmokratía) "kekuasaan rakyat", yang dibentuk dari kata δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (Kratos) "kekuasaan" Demokrasi perwakilan adalah sebuah varietas demokrasi yang didirikan di atas dasar prinsip sedikit orang yang dipilih untuk mewakili sekelompok orang yang lebih banyak (sumber id.wikipedia.org)

Dalam negara demokrasi, pemerintahan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk rakyat. Segala kekuasaan dan kewenangan pemerintah sesungguhnya berasal dari rakyat. Pemerintah adalah orang-orang yang dipilih oleh rakyat. Oleh karena itu, Pemerintah bertugas menjalankan roda pemerintahan untuk kepentingan rakyat.

Negara kita pun menyelenggarakan pemerintahan dengan sistem yang demikian. Hal itu ditunjukkan dengan adanya pemilihan wakil rakyat. Selain itu, negara kita juga memiliki lembaga-lembaga perwakilan rakyat. Salah satu contoh lembaga perwakilan rakyat adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Para wakil yang duduk di DPR adalah orang-orang yang dipilih oleh rakyat secara langsung melalui Pemilu. Selain itu, rakyat juga memilih Presiden dan wakil Presiden secara langsung.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia, yakni meliputi Pemilihan Umum Anggota DPR/DPD/DPRD, Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Sebelum Pemilu 2004, KPU dapat terdiri dari anggota-anggota yang merupakan anggota sebuah partai politik, namun setelah dikeluarkannya UU No. 4/2000 pada tahun 2000, maka diharuskan bahwa anggota KPU adalah non-partisan.

Untuk menentukan wakil rakyat, negara kita menyelenggarakan Pemilihan Umum(pemilu) yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Di negara kita ada 2 macam pemilu yaitu Pemilu Legeslatif dan Pemilihan Presiden (pilpres).

1. Pemilu Legeslatif

Pemilu Parlemen diselenggarakan untuk memilih wakil rakyat. Wakil rakyat ini terdiri atas para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD Provinsi), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota (DPRD Kabupaten/Kota). Anggota DPR dan DPRD berasal dari partai politik peserta Pemilu.

Sementara itu, anggota DPD berbeda dari anggota DPR atau DPRD. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak mewakili partai politik tertentu. DPD merupakan wakil daerah (provinsi) untuk memperjuangkan kepentingan daerah yang diwakilinya.

Dalam sejarah Indonesia, Pemilu Legislatif telah dilaksanakan sebanyak sepuluh kali. Pemilu
Legislatif pertama dilakukan pada tahun 1955. Artinya, sepuluh tahun setelah merdeka, Indonesia baru menyelenggarakan Pemilu. Setelah itu, Pemilu Legislatif tercatat dilaksanakan pada tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, dan 2004, dan 2009.

Pemilu 1955
Pemilu pertama dilangsungkan pada tahun 1955 dan bertujuan untuk memilih anggota anggota DPR dan Konstituante. Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu 1955, dan dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Namun, Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara, kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Sesuai tujuannya, Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu:
  • Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955, dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu,
  • Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955.
Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia, Masyumi, Nahdlatul Ulama, Partai Komunis Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.

Pemilu 1971
Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971, tepatnya pada tanggal 3 Juli 1971. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru, dan diikuti oleh 9 Partai politik dan 1 organisasi masyarakat.

Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya, Nahdlatul Ulama, Parmusi, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia. Pada tahun 1975, melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik, menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya.

Pemilu 1977-1997
Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. Pemilu-Pemilu ini seringkali disebut dengan "Pemilu Orde Baru". Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975, Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya.

Pemilu 1999
Pemilu berikutnya, sekaligus Pemilu pertama setelah runtuhnya orde baru, yaitu Pemilu 1999 dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik. Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional.

Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen), yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu, yaitu Megawati Soekarnoputri, melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu, Megawati hanya menjadi calon presiden). Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR, DPR, dan DPRD, sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR.

Pemilu 2004
Pada Pemilu 2004, selain memilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, rakyat juga dapat memilih anggota DPD, suatu lembaga perwakilan baru yang ditujukan untuk mewakili kepentingan daerah. Pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) pertama kali diadakan dalam Pemilu 2004.


Pemilihan Umum 2004 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 5 April 2004 untuk memilih 550 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 128 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2004-2009. Hasil akhir pemilu menunjukan bahwa Golkar mendapat suara terbanyak. Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dua partai terbaru dalam pemilu ini, mendapat 7,45% dan 7,34% suara.


Pemilu 2009
Dari 38 partai politik nasional, hanya 9 partai yang memenuhi ambang batas perolehan suara 2,5 persen. Sementara 29 partai lainnya harus tersingkir. Berikut perolehan 9 partai politik tersebut secara lengkap.
  • Partai Demokrat    21.703.137 suara (20,85%)
  • Partai Golkar         15.037.757 suara (14,45%)
  • PDI P                     14.600.091 suara (14,03%)
  • PKS                        8.206.955 suara (7,88%)
  • PAN                        6.254.580 suara (6,01%)
  • PPP                        5.533.214 suara (5,32%)
  • PKB                        5.146.122 suara (4,94%)
  • Gerindra                4.646.406 suara (4,46%)
  • Hanura                  3.922.870 suara (3,77 %)
2. Pemilihan Presiden
Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama di mana para peserta dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden pilihan mereka. Pada Pilpres 2004, ada lima pasangan calon presiden dan calon wakil. Berikut adalah kelima pasangan calon tersebut.
  • 1. Wiranto-Sholahudin Wahid
  • 2. Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi
  • 3. Amien Rais-Siswono Yudohusodo
  • 4. Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla
  • 5. Hamzah Haz-Agum Gumelar
Pemenang Pilpres 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Pilpres ini dilangsungkan dalam dua putaran, karena tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%. Putaran kedua digunakan untuk memilih presiden yang diwarnai persaingan antara Yudhoyono dan Megawati yang akhirnya dimenangi oleh pasangan Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Pilpres 2009 diselenggarakan pada 8 Juli 2009. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono berhasil menjadi pemenang dalam satu putaran langsung dengan memperoleh suara 60,80%, mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto. Hasil Pilpres 2009 adalah sebagai berikut.
  • 1 Megawati-Prabowo 32.548.105 (26,79%)
  • 2 SBY-Boediono 73.874.562 (60,80%)
  • 3 JK-Wiranto 15.081.814 (12,41%)
3. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

Sebelum tahun 2005, kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau disingkat Pilkada. Pilkada pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2005.


Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, pilkada dimasukkan dalam rezim pemilu, sehingga secara resmi bernama Pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau disingkat Pemilukada. Pemilihan kepala daerah pertama yang diselenggarakan berdasarkan undang-undang ini adalah Pilkada DKI Jakarta 2007.

Pada tahun 2011, terbit undang-undang baru mengenai penyelenggara pemilihan umum yaitu Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011. Di dalam undang-undang ini, istilah yang digunakan adalah Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Tuesday, August 07, 2012

Kenampakan Alam Negara Tetangga

Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara Indonesia terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki bentuk wilayah yang berbeda dengan negara-negara tetangga. Kepulauan merupakan bentuk wilayah Indonesia. Negara tetangga yang berdekatan dengan Indonesia adalah Singapura, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Meskipun berdekatan, negara tetangga tersebut memiliki batas wilayah yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan kenampakan alam negara-negara tersebut. Melihat kondisi geografisnya, Indonesia merupakan negara kepulauan. Indonesia memiliki beberapa selat, laut, teluk, gunung, dan pegunungan.

1. Malaysia
Malaysia dikenal dengan nama Negeri Jiran.  Wilayah Malaysia terdiri atas dua kawasan yang dipisahkan Laut Cina Selatan, yaitu Semenanjung Malaysia (Malaysia Barat) dan Malaysia Timur. Malaysia Barat merupakan Jazirah Malaysia. Sementara itu, wilayah Malaysia Timur terdiri atas Sabah dan Sarawak. Bentuk wilayahnya berupa pantai yang landai hingga hutan lebat dan bukit tinggi. Salah satu contoh kenampakan alamnya adalah Gunung Kinabalu dengan tinggi 4.101 meter. Gunung ini terletak di Sabah, Malaysia.

2. Singapura
Singapura merupakan sebuah negara kota. Letaknya di pengujung Semenanjung Malaysia. Negara ini memiliki 63 pulau dan beberapa pulau kecil. Salah satu kenampakan alam di Singapura adalah Bukit Timah setinggi 166 meter. Sekitar 23% wilayah Singapura berupa hutan dan cagar alam. Kawasan hutan dipakai untuk tempat tinggal karena meningkatnya urbanisasi.

3. Brunei Darussalam
Negara ini dikenal dengan sebutan negara petrodollar. Sebuah negara kecil di bagian utara Pulau Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Sebagian besar wilayahnya terdiri atas dataran rendah yang pantainya berawa. Sementara itu, daerah pedalaman terdiri atas bukit-bukit. Wilayah yang paling tinggi di Brunei adalah bukit Pagon. Bukit lainnya adalah bukit Peradayan dan Patoi. Brunei juga memiliki sungai-sungai besar di antaranya Sungai Batu Apol, Temburong, Belalong, Tutong, dan Damit.

4. Thailand
Wilayah Thailand berbatasan dengan Laos dan Kampuchea di sebelah timur. Di sebelah selatan berbatasan dengan Malaysia dan Teluk Siam. Di sebelah barat berbatasan dengan Myanmar dan Laut Andaman. Di sebelah utara berbatasan dengan Myanmar dan Laos. Kenampakan alam Thailand berupa tanah berliku, dataran tinggi, hutan, pegunungan, dan bukit-bukit. Puncak tertingginya berupa Gunung Doi Inthanon setinggi 2.576 meter. Wilayah tengah berupa lembah datar Sungai Chao Phraya yang mengalir ke Teluk Thailand. 

Wilayah timur berupa hamparan Khorat dibatasi Sungai Mekong. Hamparan Khorat berupa dataran tinggi kira-kira 200 meter. Wilayah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang meluas ke Semenanjung Melayu. Tanah Genting Kra berupa daratan sempit menghubungkan Semenanjung Melayu dengan daratan Asia. Tanah tersebut berfungsi sebagai batas dua bagian cordillera (rangkaian pegunungan) pusat dari Tibet dan Semenanjung Melayu.

5. Filipina
Filipina merupakan negara kepulauan. Negara ini terdiri atas 7.107 pulau. Pulau terbesarnya adalah Pulau Luzon di sebelah utara dan Pulau Mindanau di sebelah selatan. Kenampakan alamnya berupa laut merupakan laut terdalam dengan kedalaman 10.400 meter. Letaknya di Palung Mindanau. Negara ini juga dilalui jalur gunung api Sirkum Pasifik. Puncak tertinggi adalah Gunung Apo setinggi 2.954 meter. Filipina memiliki beberapa sungai utama di antaranya Sungai Cagayan, Pampanga, dan Agno yang terletak di Pulau Luzon, serta Sungai Agusan yang terletak di Pulau Mindanau. Sementara itu, danau-danau di Filipina adalah Laguna de Bay dan Danau Taal di Pulau Luzon, serta Danau Lanao dan Mainit di Pulau Mindanau. Itulah beberapa kenampakan alam di Filipina.

6. Myanmar
Myanmar berbatasan dengan India dan Bangladesh di sebelah barat serta Cina, Laos, dan Thailand di sebelah timur. Myanmar berbatasan dengan India dan Cina di sebelah utara. Wilayah perbatasannya berupa puncak Pegunungan Himalaya dengan ketinggian mencapai 4.600 meter. Wilayah Myanmar bagian barat terdapat rangkaian Pegunungan Arakan membentuk jurang terjal. Pegunungan yang dikenal dengan Naga, Chin, dan bukit Lushai merupakan perbatasan India dan Myanmar. Cekung Tengah Myanmar besar terletak di antara Dataran Tinggi Shan dan Pegunungan Tenasserim. Daerah ini dialiri Sungai Irawady serta beberapa anak sungai seperti Sittang, Chindwin, dan Delta Salween.

7. Vietnam
Vietnam merupakan negara yang terletak paling timur di Asia Tenggara. Wilayahnya berbatasan dengan Cina di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kampuchea di sebelah barat daya, dan Laut Cina Selatan di sebelah timur. Kenampakan alamnya berupa bukit bukit, gunung-gunung berhutan lebat, dan dataran rendah. Dataran tinggi berada di wilayah yang berbatasan dengan Laos. Puncak tertinggi adalah Gunung Phan Xi Pang dengan tinggi 3.143 meter. Gunung ini berada di Provinsi Lao Cai. Bagian utara Vietnam berupa tanah tinggi dan Delta Sungai Merah. Bagian selatan berupa pantai, Pegunungan Banjaran Annamite, hutan, dan tanah kurang subur.

8. Kampuchea
Wilayah Kampuchea berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di sebelah utara, Vietnam di sebelah timur, dan Teluk Thailand di sebelah selatan. Salah satu kenampakan alam di Kampuchea yang menarik berupa dataran lacustrine. Dataran ini terbentuk akibat banjir di Tonle Sap. Sungai Mekong juga mengalir di wilayah ini. Puncak tertingginya adalah Gunung Phnom Aoral setinggi 1.813 meter.

9. Laos
Laos adalah negara daratan di Asia Tenggara. Wilayahnya berbatasan dengan Myanmar dan Cina di barat laut, Vietnam di timur, Kampuchea di selatan, dan Thailand di barat. Delapan puluh persen wilayahnya berupa daratan dan dua puluh persen berupa perairan. Wilayah daratan berupa gunung yang diselimuti hutan lebat. Puncak tertingginya adalah Gunung Phou Bia setinggi 2.817 meter. Wilayahnya juga berupa dataran rendah dan dataran tinggi. Laos juga memiliki beberapa sungai besar.

Sungai di Laos merupakan sarana transportasi. Sungai besar yang mengalir di Laos adalah Sungai Mekong dan Ngum. Sungai Mekong dijadikan media komunikasi bagi penduduk Laos bagian utara dan selatan. Anak Sungai Mekong menyediakan jalan alam menuju pedalaman yang bergunung-gunung. Rangkaian pegunungan dari Rantai Annam membentuk perbatasan dengan Vietnam.

10. Timor Leste
Republik Demokratik Timor Leste (Timor-Leste atau Timor Lorosa’e) merupakan negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur Pulau Timor. Wilayahnya meliputi Pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan Exclave Oecussi- Ambeno di Timor Barat. Negara ini berada di Dangkalan Sahul terletak sekitar 845 km barat laut dari Australia. Sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan dengan beberapa danau dan hutan.

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Tuesday, August 07, 2012

Sunday, 5 August 2012

Nilai Juang Perumusan Dasar Negara

Pancasila sebagai dasar negara melalui proses yang panjang dalam perumusannya. Proses perumusan Pancasila yang dilakukan para tokoh telah memberikan pelajaran berharga bagi kita. Semua itu dilakukan dengan penuh nilai perjuangan dan diliputi dalam semangat kebersamaan. Dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara terdapat nilai-nilai juang dan sebagai warga negara yang baik kita harus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu antara lain : Para pejuang tersebut memiliki jiwa dan semangat kejuangan yang tinggi untuk merdeka. Pada pita yang dicengkeram burung garuda tertulis “Bhinneka Tunggal Ika”. Artinya, meskipun berbeda-beda, kita adalah satu. Perbedaan-perbedaan yang ada bukan menjadi penghalang untuk bekerja sama, tolong-menolong, dan hidup rukun. Perbedaan-perbedaan itulah yang menjadikan kita perlu saling mengenal, menghormati, menolong, dan bekerja sama. Jiwa dan semangat kejuangan yang dimiliki oleh pejuang itu, di antaranya sebagai berikut.
  • Jiwa solidaritas atau kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat terhadap perjuangan kemerdekaan;
  • Pro patria dan primus patrialis, yaitu selalu berjiwa untuk tanah air dan mendahulukan kepentingan tanah air;
  • Jiwa toleransi atau tenggang rasa antarumat beragama, suku, golongan, dan bangsa.
  • Jiwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab;
  • Jiwa ksatria, kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam.
Pancasila adalah dasar negara Indonesia, hal ini sesuai dengan pembukaan UUD 1945 sekaligus sebagai sumber dari segala sumber hukum. Pancasila tidak hanya sebagai jiwa bangsa Indonesia, juga sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Salah satu upaya nyata seorang pelajar dalam menghormati semangat dan nilai-nilai kebersamaan dalam perumusan Pancasila adalah sebagai berikut :
  • belajar dengan rajin;
  • tidak memaksakan kehendak kepada orang lain;
  • saling menghormati perbedaan;
  • tidak semena-mena terhadap orang lain.
Nilai Kebersamaan dalam Proses Perumusan Pancasila
Ada beberapa nilai kebersamaan dalam proses perumusan dasar negara yang perlu kita teladani dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kebersamaan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

1. Menghargai pendapat orang lain
Dalam menyelesaikan masalah bersama, bangsa kita selalu menyelesaikan dengan musyawarah untuk mencapai kata mufakat. Musyawarah merupakan pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan untuk menyelesaikan masalah. Setiap keputusan yang diambil dalam musyawarah oleh bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri sebagi berikut:
  • Mengutamakan kepentingan bersama;
  • Tujuan diharapkan untuk kebaikan bersama;
  • Tidak ada pemaksaan pendapat.
2. Menerima keputusan bersama
Keputusan bersama adalah ketentuan, ketetapan dan penyelesaian yang dilakukan sekelompok orang terhadap suatu permasalahan sehingga tercapai kesepakatan. Keputusan bersama dapat dicapai melalui musyawarah. Musyawarah adalah adalah suatu cara untuk merumuskan suatu masalah berdasarkan kesepakatan bersama. Upaya mencapai kesepakatan bersama (mufakat) bukanlah perkara mudah, selama kita memaksakan pendapat sendiri, mendahulukan kepentingan pribadi/golongan, mufakan akan gagal.

Kita dapat belajar dari sejarah sidang BPUPKI Pertama. Pada saat sebelum rapat pleno ada pihak yang keberatan tentang rancangan Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat tentang dasar negara. Dengan semangat kebersamaan, demi menciptakan suasana yang damai, maka para tokoh seperti Bung Hatta, Wahid Hasyim. Mr. Teuku Moh. Hasan, dan lain-lain menyetujui untuk menghilangkan kalimat sila pertama dasar negara yang menjadi keberatan sebagian peserta sidang. Hal ini menunjukkan bahwa para tokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan negara dan bangsa daripada kepentingan pribadi/golongan.

3. Melaksanakan hasil keputusan bersama
Setelah semua pihak menerima hasil keputusan bersama, maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan keputusan tersebut. Semua pihak harus ikhlas dan penuh tanggung jawab melaksanakan, hasil keputusan bersama.

Melaksanakan keputusan bersama telah ditunjukkan oleh seluruh tokoh yang terlibat dalam proses perumusan Pancasila. Mereka senagai wakil rakyat Indonesia melaksanakan hasil keputusan bersama denga ikhlas yaitu dengan melaksanakan Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Meneladani Nilai Juang Perumusan Dasar Negara
Nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya sebagai berikut:

1. Semangat persatuan dan kesatuan
Sikap ini dimiliki oleh para tokoh pejuang kita pada saat merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI para peserta sidang diberi kesempatan untuk menyampaikan pidatonya tentang rumusan dasar negara, kemudian dibahas dan didiskusiakan bersama untuk mendapatkan rumusan yang terbaik. Musyawarah itu dijiwai semangat sumpah pemuda, dengan rasa persatuan dan kesatuannya meskipun berasal dari berbagai daerah dan mempunyai latar belakang yang berbeda. Contoh perilaku yang menggambarkan semangat persatuan dan kesatuan adalah sebagai berikut:
  • Gotong-royong dalam membersihkan kelas dan lingkungan sekolah;
  • Tidak membeda-bedakan teman dalam pergaulan;
  • Kerja bakti membersihkan lingkungan masyarakat.
2. Memperjuangkan hak asasi manusia
Pada saat perumusan dasar negara Pancasila, hak asai manusia selalu menjadi perhatian utama. Pancasila dirumuskan sebagai sumber hak asasi manusia, yang artinya bahwa hak asasi manusia mendapat jaminan kuat dari Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Dalam proses perumusan Pancasila para tokoh mencerminkan sikap saling menghargai hak asasi manusia.

Sikap para tokoh dalam memperjuangkan dan menghargai hak asasi manusia itu perlu kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya ialah dengan :
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain;
  • Memberi kesempatan orang lain untuk menyampaikan pendapatnya'
  • Menghargai hak-hak orang lain.
3. Cinta tanah air
Sikap para tokoh dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara menunjukkan kecintaanya terhadap tanah air Indonesia. Adapun sikap cinta tanah air yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut:
  • Mempelajari kebudayaan daerah;
  • Mencintai dan memakai produk dalam negeri;
  • Berprestasi dalam kegiatan yang mengharumkan nama bangsa.
4.Mendahulukan kepentingan umum
Para pejuang yang terlibat dalam perumusan dasar negara bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka mempersiapkan kemerdekaan beserta alat-alat perlengkapan negara dengan sungguh-sungguh. Sebagai hasil jerih payah mereka, lahirlah UUD 1945 yang di dalam pembukaannya termuat tujuan negara Indonesia. Semua itu dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara. Adapun sikap mendahulukan kepentingan umum itu perlu kita teladani diantaranya dengan:
  • Ikut berpartisipasi dalam kerja bakti di lingkungan masyarakat;
  • Menyiapkan sarana belajar sebelum pelajaran di mulai untuk kepentingan kelas.
5. Jiwa kepahlawanan
Jiwa kepahlawanan jelas tercermin dari sikap pejuang dalam proses perumusan Pancasila. Mereka memiliki sikap rela berkorban tanpa pamrih dalam mewujudkan Indonesia merdeka. Jiwa kepahlawanan para tokoh bangsa tersebut dapat kita teladani, diantaranya melalui :
  • Membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan;
  • Berani menegur teman yang berbuat tidak baik;
  • Melerai teman yang berselisih/bertengkar.

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Sunday, August 05, 2012

Perumusan Dasar Negara

Pancasila sebagai dasar negara berfungsi penting dalam kehidupan bernegara. Pancasila menjadi penentu arah dan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Pancasila juga menjadi tuntunan untuk menjalankan kehidupan bernegara. Segenap warga Indonesia harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Bila semua dapat melakukannya maka cita-cita luhur bangsa Indonesia akan terwujud. Cita-cita luhur yang dimaksud yaitu masyarakat adil dan makmur. Istilah Pancasila sebenarnya telah dikenal sejak zaman Majapahit yaitu sekitar abad ke-14 yang terdapat dalam kitab Negarakertagama dan Sutasoma. Kitab Negarakertagama merupakan karya dari Mpu Prapanca, sedangkan kitab Sutasoma merupakan karya Mpu Tantular.

Selama 3,5 tahun Indonesia dijajah oleh Jepang. Selama tahun 1945 tentara jepang mulai mengalami kekalahan di medan perang. Jepang terpaksa menjanjikan kemerdekaan kepada rakyat& Indonesia. Janji tersebut bertujuan untuk meredam gejolak dan perlawanan rakyat Indonesia.

Untuk memenuhi janjinya, Jepang kemudian membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Badan ini dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945. Dalam bahasa Jepang, BPUPKI disebut Dokuritsu Zjunbi Tyoosakai. BPUPKI bertugas menyelidiki kesiapan& bangsa Indonesia dalam menyongsong kemerdekaan dan membentuk pemerintahan sendiri. Penguasa Jepang menunjuk Dr. Radjiman Wediodiningrat sebagai ketua BPUPKI. Beberapa tokoh terkemuka menjadi anggotanya. Anggota BPUPKI terdiri atas 67 orang dan 7 orang diantaranya merupakan bangsa Jepang, yang tidak memiliki hak suara(sebagai pengawas). Beberapa tokoh tersebut antara lain Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewntara, KH. Mas Mansyur, KH. Wachid Hasyim, KH. Agus Salim, Soepomo, dan Moh. Yamin.

Anggota BPUPKI resmi dilantik pada tanggal 28 Mei 1945. Sehari berikutnya yaitu tanggal 29 Mei 1945, BPUPKI mulai bersidang. Sidang berlangsung sampai tanggal 1 Juni 1945. Salah satu agendanya adalah merumuskan dasar negara Indonesia merdeka. Dalam sidang tersebut, beberapa anggota mengajukan usulan tentang dasar negara. Ada tiga tokoh yang mengajukan gagasan tentang dasar negara Indonesia. Mereka adalah Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Pada tanggal 29 Mei 1945, Mohammad Yamin mengemukakan gagasannya. Menurutnya, negara Indonesia harus berpijak pada lima dasar, yaitu :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Selanjutnya, tanggal 31 Mei 1945 giliran Soepomo menyampaikan gagasannya. Menurutnya,
Indonesia harus berdiri di atas asas-asas berikut.
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan Lahir dan Batin
4. Musyawarah
5. Keadilan Rakyat
Terakhir, tanggal 1 Juni 1945 giliran Soekarno menyampaikan usulannya. Soekarno juga menyatakan bahwa negara Indonesia harus didirikan di atas lima dasar. Hanya saja, rinciannya berbeda. Berikut ini lima dasar negara usulan Soekarno.
1. Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme
2. Peri Kemanusiaan atau Internasionalisme
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Setiap usulan ditampung dan dimusyawarahkan bersama. Oleh karena itu, dibentuklah sebuah tim khusus. Tim tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah panitia kecil yang terdiri atas sembilan orang. Mereka adalah Soekarno, Moh. Hatta, Moh. Yamin, Ahmad Soebardjo, A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, K.H. Wachid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikoesno Tjokrosoejoso. Tim inilah yang kemudian disebut sebagai Panitia Sembilan. Panitia Sembilan bertugas membahas lebih lanjut usulan-usulan tentang dasar negara.

Akhirnya, pada 22 Juni 1945 Panitia Sembilan berhasil merumuskan Piagam Jakarta(The Jakarta Charter). Rumusan Pancasila yang termuat dalam Piagam Jakarta yang ditandatangani oleh Panitia Sembilan dinyatakan juga sebagai rumusan BPUPKI. Rumusan Pancasila pada 22 Juni 1945 (Rumusan Piagam Jakarta) adalah sebagai berikut.
  1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jepang membubarkan BPUPKI pada 7 Agustus 1945, sebagai gantinya dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Inkai). PPKI-lah yang yang mensahkan Pembukaan UUD 1945 yang rumusannya diambil dari Piagam Jakarta. Di dalam Pembukaan UUD 1945 tercantum rumusan pacasila dasar negara. Atas usul Moh. Hatta butir pertama Piagam jakarta diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang sebelumnya berbunyi Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Sidang pertama PPKI (18 Agustus 1945) dihadiri 27 orang dan menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut.
  • Menetapkan dan mengesahkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang bahan-bahannya diambil dari Rancangan Pembukaan UUD 1945 yang telah disusun oleh panitia perumus pada 22 Juni 1945 dengan berbagai perubahan.
  • Menetapkan dan mengesahkan UUD yang bahanbahannya hampir seluruhnya diambil dari rancangan UUD yang disusun oleh panitia perancang UUD pada 16 Juli 1945.
  • Memilih Ketua PPKI Ir. Soekarno dan wakil ketua Drs. Mohammad Hatta masing-masing menjadi Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia.
  • Pekerjaan presiden untuk sementara waktu dibantu oleh sebuah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Sunday, August 05, 2012