Pages

Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

Thursday, 23 October 2014

Ejaan Yang Disempurnakan

Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan bahasa indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, Kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja.

Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata; sedangkan ejaan
adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luasdari sekedar masalah pelafalan. Ejaan mengatur keseluruhan caramenuliskan bahasa. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasademi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis.Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasanmakna. Ibarat sedang mengemudi kendaraan, ejaan adalah rambu lalulintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Jika para pengemudimematuhi rambu-rambu yang ada, terciptalah lalu lintas yang tertib danteratur. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan.

Ruang Lingkup  EYD
Ruang lingkup EYD mencakup lima aspek yaitu (1) pemakaian huruf, (2) penulisan huruf, (3) penulisan kata, (4) penulisan unsur, dan (5) pemakaian tanda baca. 3)
1) Pemakaian Huruf
Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) dikenal paling banyak menggunakan huruf abjad. Sampai saat ini jumlah huruf abjad yang digunakan sebanyak 26 buah.
a. Huruf Abjad
Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf berikut. Nama setiap huruf disertakan Abjad yang digunakan  dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf berikut. Nama setiap huruf disertakan disebelahnya.
Huruf
Nama
Huruf
Nama
Huruf
Nama
A             a
B             b
C             c
D            d
E             e
F             f
G            g
H            h
I              i
a
be
ce
de
e
ef
ge
ha
i
J              j
K            k
L             l
M            m
N            n
O            o
P             p
Q            q
R            r
je
ka
el
em
en
o
pe
ki
er
S             s
T             t
U            u
V             v
W            w
X             x
Y             y
Z             z
es
te
u
ve
we
eks
ye
zet
b. Huruf Vokal
Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u.
Huruf Vokal
Contoh pemakaian dalam kata
Di awal
Di tengah
Di akhir
A
e
i
o
u
api
enak
itu
oleh
ulang
padi
petak
simpan
kota
bumi
lusa
sore
murni
radio
ibu
c. Huruf Konsonan
Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
Huruf konsonan
Contoh pemakaian dalam kata
Di awal
Di tengah
Di akhir
B
c
d
f
g
h
j
k
l
m
n
p
q
r
s
t
v
w
x
y
z
bahasa
cakap
dua
fakir
guna
hari
jalan
kami
lekas
maka
nama
pasang
Quran
raih
sampai
tali
varia
wanita
xenon
yakin
zeni
sebut
kaca
ada
kafan
tiga
saham
manja
paksa
alas
kami
anak
apa
Furqan
bara
asli
mata
lava
hawa
-
payung
lazim
adab
-
abad
maaf
balig
tuah
mikraj
politik
kesal
diam
daun
siap
-
putar
lemas
rapat
-
-
-
-
juz
d. Huruf Diftong
Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, au, dan oi.
Huruf Diftong
Contoh pemakaian dalam kata
Di awal
Di tengah
Di akhir
Ai
au
oi
ain
aula
-
syaitan
saudara
boikot
pandai
harimau
amboi
e. Gabungan Huruf Konsonan
Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan, yaitu : kh, ng, ny, dan sy.Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.
Gabungan huruf konsonan
Contoh pemakaian dalam kata
Di awal
Di tengah
Di akhir
Kh
ng
ny
sy
khusus
ngilu
nyata
syarat
akhir
bangun
hanyut
isyarat
tarikh
senang
-
arasy
2) Penulisan Huruf
Dua hal yang harus diperhatikan dalam penulisan huruf berdasarkan EYD, yaitu (1) penulisan huruf besar, dan (2) penulisan huruf miring. Lebih jelasnya dapat dilihat pada pembahasan berikut :
a. Penulisan Huruf Besar (Kapital)
Kaidah penulisan huruf besar dapat digunakan dalam beberapa hal, yaitu :
1) Digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya : Dia menulis surat di kamar.
Tugas bahasa Indonesiasudah dikerjakan.
2) Digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung.
Misalnya :
Ayah bertanya, “Apakah mahasiswa sudah libur?”.
“Kemarin engkau terlambat”, kata ketua tingkat.
3) Digunakan sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, kata ganti Tuhan, dan nama kitab suci.
Misalnya :
Allah Yang Maha kuasa lagi Maha penyayang.
Terima kasih atas bimbingan-Mu ya Allah.
4) Digunakan sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan , keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya :
Raja Gowa adalah Sultan Hasanuddin.
Kita adalah pengikut Nabi Muhammad saw.
5) Digunakan sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, pengganti nama orang tertentu, nama instansi, dan nama tempat.
Misalnya :
Wakil Presiden Yusuf Kalla memberi bantuan mobil.
Laksamana Muda Udara Abd. Rahman telah dilantik.
Dia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Depdiknas.
Bapak Gubernur Sulawesi Selatan menerima laporan korupsi.
6) Digunakan sebagai huruf pertama unsur nama orang.
Misalnya :
Nurhikmah
Dewi Rasdiana Jufri
7) Digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan nama bahasa.
Misalnya :
bangsa Indonesia
suku Sunda
bahasaInggris
8) Digunakan sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Misalnya :
tahun Hijriyah hari Jumat
bulan Desember hari Lebaran
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
9) Digunakan sebagai huruf pertama nama geografi unsur nama diri.
Misalnya :
Laut Jawa Jazirah Arab
Asia Tenggara Tanjung Harapan
10) Digunakan sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah, ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi, kecuali terdapat kata penghubung.
Misalnya :
Republik Indonesia
Majelis Permusyawaratan Rakyat
11) Digunakan sebagai huruf pertama penunjuk kekerabatan atau sapaan dan pengacuan.
Misalnya :
Surat Saudara sudah saya terima.
Mereka pergi ke rumah Pak Lurah.
12) Digunakan sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Misalnya :
Surat Anda telah saya balas.
Sudahkah Anda sholat?
13) Digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat dan sapaan.
Misalnya :
Dr. doktor
S.H. sarjana hukum
14) Digunakan sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Misalnya:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.
15) Digunakan sebagai huruf pertama semua kata di dalam judul, majalah, surat kabar, dan karangan ilmiah lainnya, kecuali kata depan dan kata penghubung.
Misalnya :
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.
b. Penulisan Huruf Miring
Huruf miring digunakan untuk :
1) Menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Misalnya :
Buku Negarakertagama karangan Prapanca.
Majalah Suara Hidayatullah sedang dibaca.
Surat kabar Pedoman Rakyat akan dibeli.
2) Menegaskan dan mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, dan kelompok kata.
Misalnya :
Huruf pertama kata abad adalah a.
Dia bukan menipu, tetapi ditipu.
Buatlah kalimat dengan kata lapang dada.
3) Menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing.
Misalnya :
Politik devideet et impera pernah merajalela di Indonesia.
3) Penulisan Kata
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan kata, yaitu :
1) Kata Dasar
Kata dasar adalah kata yang belum mengalami perubahan bentuk, yang ditulis sebagai suatu kesatuan.
Misalnya : Dia teman baik saya.
2) Kata Turunan (Kata berimbuhan)
Kaidah yang harus diikuti dalam penulisan kata turunan, yaitu :
Imbuhan semuanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Misalnya : membaca, ketertiban, terdengar dan memasak.
Awalan dan akhrian ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata.
Misalnya : bertepuk tangan, sebar luaskan.
Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan sekaligus mendapat awalan dan akhiran, kata itu ditulis serangkai.
Misalnya : menandatangani, keanekaragaman.
Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya : antarkota, mahaadil, subseksi, prakata.
3) Kata Ulang
Kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda (-). Jenis-jenis kata ulang yaitu :
Dwipurwa yaitu pengulangan suku kata awal.
Misalnya : laki lelaki
Dwilingga yaitu pengulangan utuh atau secara keseluruhan.
Misalny : rumah rumah-rumah
Dwilingga salin suara yaitu pengulangan variasi fonem.
Misalnya : sayur sayur-mayur
Pengulangan berimbuhan yaitu pengulangan yang mendapat imbuhan.
Misalnya : main bermain-main
Gabungan Kata
Gabungan kata lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus. Bagian-bagiannya pada umumnya ditulis terpisah.
Misalnya : mata kuliha, orang tua.
Gabungan kata, termasuk istilah khusus yang menimbulkan kemungkinan salah baca saat diberi tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur bersangkutan.
Misalnya : ibu-bapak, pandang-dengar.
Gabugan kata yang sudah dianggap sebgai satu kata ditulis serangkai.
Misalnya : daripada, sekaligus, bagaimana, barangkali.
Kata Ganti (ku, mu, nya, kau)
Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Sedangkan kata ganti ku, mu, nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya : kubaca, kaupinjam, bukuku, tasmu, sepatunya.
2. Kata Depan (di, ke, dari)
Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya, kecuali pada gabungan kata yang dianggap padu sebagai satu kata, seperti kepada dan daripada.
Misalnya : Jangan bermian di jalan
Saya pergi ke kampung halaman.
Dewi baru pulang dari kampus.
Kata Sandang (si dan sang)
Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya : Nama si pengrimi surat tidak jelas.
Anjing bermusuhan dengan sang kucing.
Partikel
Partikel merupakan kata tugas yang mempunyai bentuk yang khusus, yaitu sangat ringkas atau kecil dengan mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Kaidah penulisan partikel sebagai berikut :
Partikel –lah, -kah, dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya : Bacalah buku itu baik-baik!
Apakah yang dipelajari minggu lalu?
Apatah gerangan salahku?
Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya kecuali yang dianggap sudah menyatu.
Misalnya : Jika ayah pergi, ibu pun ikut pergi.
Partikel per yang berarti memulai, dari dan setiap. Partikel per ditulis terpisah dengan bagian-bagian kalimat yang mendampinginya.
Misalnya : Rapor siswa dilihat per semester.
Singkatan dan Akronim
Singkatan adalah nama bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu kata atau lebih.
Misalnya : dll = dan lain-lain
yth = yang terhormat
Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
Misalnya : SIM = Surat Izin Mengemudi
IKIP = Institut Keguruan dan Ilmu pendidikan
Angka dan Lambang Bilangan
Dalam bahasa Indonesia ada dua macam angka yang lazim digunakan , yaitu : (1) Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan (2) Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X.
Lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut :
1) Bilangan utuh. Misalnya : 15 lima belas
2) Bilangan pecahan. Misalnya : 3/4 tiga perempat
3) Bilangan tingakt. Misalnya : Abad II
Abad ke-2
4) Kata bilagan yang mendapat akhiran –an.
Misalnya : tahun 50-an lima puluhan
5) Angka yang mneyatakan bilagnan bulat yang besar dapat dieja sebagian supaya mudah dibaca.
Misalnya : Sekolah itu baru mendapat bantuan 210 juta rupiah.
6) Lambang bilangan letaknya pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Kalau perlu diupayakan supaya tidak diletakkan di awal kalimat dengan mengubah struktur kalimatnya dan maknanya sama.
Misalnya : Dua puluh lima siswa SMA tidak lulus. (benar)
55 siswa SMA 1 tidak lulus. (salah)
7) Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali beberapa dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau pemaparan.
Misalnya : Amir menonton pertunjukan itu selama dua kali.
4) Penulisan Unsur Serapan
Dalam hal penulisan unsur serapan dalam bahasa Indonesia, sebagian ahli bahasa Indonesia menganggap belum stabil dan konsisten. Dikatakan demikian karena pemakai bahasa Indonesia sering begitu saja menyerap unsur asing tanpa memperhatikan aturan, situasi, dan kondisi yang ada. Pemakai bahasa seenaknya menggunakan kata asing tanpa memproses sesuai dengan aturan yang telah diterapkan.
Penyerapan unsur asing dalam pemakaian bahasa indonesia dibenarkan, sepanjang : (a) konsep yang terdapat dalam unsur asing itu tidak ada dalam bahasa Indonesia, dan (b) unsur asing itu merupakan istilah teknis sehingga tidak ada yang layak mewakili dalam bahasa Indonesia, akhirnya dibenarkan, diterima, atau dipakai dalam bahasa Indonesia. sebaliknya apabila dalam bahasa Indonesia sudah ada unsur yang mewakili konsep tersebut, maka penyerapan unsur asing itu tidak perlu diterima.
Menerima unsur asing dalam perbendaharaan bahasa Indonesia bukan berarti bahasa Indonesia ketinggalan atau miskin kosakata. Penyerapan unsur serapan asing merupakan hal yang biasa, dianggap sebagai suatu variasi dalam penggunaan bahasa Indonesia. Hal itu terjadi karena setiap bahasa mendukung kebudayaan pemakainya. Sedangkan kebudayaan setiap penutur bahasa berbeda-beda anatar satu dengan yang lain. Maka dalam hal ini dapat terjadi saling mempengaruhi yang biasa disebut akulturasi. Sebagai contoh dalam masyarakat penutur bahasa Indonesia tidak mengenal konsep “radio” dan “televisi”, maka diseraplah dari bahasa asing (Inggris). Begitu pula sebaliknya, di Inggris tidak mengenal adanya konsep “bambu” dan “sarung”, maka mereka menyerap bahasa Indonesia itu dalam bahasa Inggris.
Berdasarkan taraf integritasnya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dikelompokkan dua bagian, yaitu :
  1. Secara adopsi, yaitu apabila unsur asing itu diserap sepenuhnya secara utuh, baik tulisan maupun ucapan, tidak mengalami perubahan. Contoh yang tergolong secara adopsi, yaitu : editor, civitas academica, de facto, bridge.
  2. Secara adaptasi, yaitu apabila unsur asing itu sudah disesuaikan ke dlaam kaidah bahasa Indonesia, baik pengucapannya maupun penulisannya. Salah satu contoh yang tergolong secara adaptasi, yaitu : ekspor, material, sistem, atlet, manajemen, koordinasi, fungsi.
5) Pemakaian Tanda Baca
Tanda Titik (.)
Penulisan tanda titik di pakai pada :
  • Akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
  • Akhir singkatan nama orang.
  • Akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
  • Singkatan atau ungkapan yang sudah sangat umum.Bila singkatan itu terdiri atas tiga hurus atau lebih dipakai satu tanda titik saja.
  • Dipakai untuk memisahkan bilangan atau kelipatannya.
  • Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
  • Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
  • Tidak dipakai pada akhir judulyang merupakan kepala karangan atau ilustrasi dan tabel.
Tanda koma (,)
Kaidah penggunaan tanda koma (,) digunakan :
  • Antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
  • Memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi atau melainkan.
  • Memisahkan anak kalimat atau induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
  • Digunakan dibelakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk kata : (1) Oleh karena itu, (2) Jadi, (3) lagi pula, (4) meskipun begitu, dan (5) akan tetapi.
  • Digunakan untuk memisahkan kata seperti : o, ya, wah, aduh, dan kasihan.
  • Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
  • Dipakai diantara : (1) nama dan alamat, (2) bagina-bagian alamat, (3) tempat dan tanggal, (4) nama dan tempat yang ditulis secara berurutan.
  • Dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
  • Dipakai antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
  • Menghindari terjadinya salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
  • Dipakai di antara bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
  • Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
  • Tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru.
Tanda Titik Tanya ( ? )
Tanda tanya dipakai pada :
  • Akhir kalimat tanya.
  • Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang diragukan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Tanda Seru ( ! )
Tanda seru dugunakan sesudah ungkapan atau pertanyaan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kseungguhan, ketidakpercayaan, dan rasa emosi yang kuat.
Tanda Titik Koma ( ; )
Tanda titik koma dipakai :
  • Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
  • Memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Tanda Titik Dua ( : )
Tanda titik dua dipakai :
  • Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.
  • Pada akhir suatu pertanyaan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
  • Di dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan .
  • Di antara jilid atau nomor dan halaman.
  • Di antara bab dan ayat dalam kitab suci.
  • Di antara judul dan anak judul suatu karangan.
  • Tidak dipakai apabila rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Tanda Elipsis (…)
Tanda ini menggambarkan kalimat-kalimat yang terputus-putus dan menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dibuang. Jika yang dibuang itu di akhir kalimat, maka dipakai empat titik dengan titik terakhir diberi jarak atau loncatan.
Tanda Garis Miring ( / )
Tanda garis miring ( / ) di pakai :
  • Dalam penomoran kode surat.
  • Sebagai pengganti kata dan,atau, per, atau nomor alamat.
Tanda Penyingkat atau Apostrof ( ‘)
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan sebagian huruf.
Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ )
Tanda petik tunggal dipakai :
  • Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
  • Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Tanda Petik ( “…” )
Tanda petik dipakai :
  • Mengapit kata atau bagian kalimat yang mempunyai arti khusus, kiasan atau yang belum dikenal.
  • Mengapit judul karangan, sajak, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.
  • Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Thursday, October 23, 2014

Monday, 20 October 2014

Menemukan Informasi Secara Cepat

Menemukan Informasi Secara Cepat. Salah satu cara untuk mencari informasi yang diperlukan adalah dengan cara membaca. Membaca sekilas merupakan cara membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Biasanya, kegiatan membaca ini dikaitkan dengan tujuan membaca, keperluan, dan bahan bacaan. Jika ingin memilih acara  kesayanganmu, kamu dapat membaca jadwal acara yang dimuat surat kabar. Jika ingin melihat jadwal perjalanan kereta kita dapat melihatnya di stasiun Berikut ini Jadwal perjalanan kertea dan Jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat .

Jadwal Perjalanan Kereta Api 
No. KA Nama KA Stasiun Keberangkatan Waktu Keberangkatan Stasiun Kedatangan Waktu Kedatangan Pemberhentian
1 Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasar Turi 08.01 Jakarta Gambir 18.37 Semarang Tawang, Pekalongan, Jatinegara
2 Argo Bromo Anggrek Jakarta Gambir 09.30 Surabaya Pasar Turi 19.58 Pekalongan, Semarang Tawang
3 Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasar Turi 20.00 Jakarta Gambir 06.31 Semarang Tawang, Pekalongan, Jatinegara
4 Argo Bromo Anggrek Jakarta Gambir 21.30 Surabaya Pasar Turi 07.57 Pekalongan, Semarang Tawang
5 Argo Wilis Surabaya Gubeng 07.30 Bandung 19.56 Jombang, Kertosono, Madiun, Solo Balapan,Tugu Yogyakarta, Karanganyar, Kroya, Banjar, Tasikmalaya
6 Argo Wilis Bandung 07.00 Surabaya Gubeng 19.47 Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Karanganyar, Tugu Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Kertosono, Jombang
7 Argo Lawu Solo Balapan 08.00 Jakarta Gambir 16.03 Klaten, Tugu Yogyakarta, Purwokerto, Jatinegara
8 Argo Lawu Jakarta Gambir 20.00 Solo Balapan 04.04 Purwokerto, Karanganyar, Tugu Yogyakarta, Klaten
9 Argo Dwipangga Solo Balapan 20.00 Jakarta Gambir 04.06 Klaten, Tugu Yogyakarta, Karanganyar, Purwokerto, Jatinegara
10 Argo Dwipangga Jakarta Gambir 08.00 Solo Balapan 16.04 Purwokerto, Tugu Yogyakarta, Klaten
Dari jadwal perjalanan di atas dapat dinyatakan :
  • Kereta Argo Bromo Anggrek  berangkat dari Stasiun Turi Surabaya pukul 08.01 dan datang di Stasiun Gambir pukul 18.37; 
  • Kereta Argo Wilis berangkat dari Stasiun Gubeng Surabaya menuju Bandung berhenti di Jombang, Kertosono, Madiun, Solo Balapan,Tugu Yogyakarta, Karanganyar, Kroya, Banjar, dan Tasikmalaya;
  • Kereta yang  berangkat dari Stasiun Balapan menujuStasiun Gambir adalah Kereta Argo Dwipangga; 
Jadwal Kedatangan dan Keberangkatan Pesawat di Bandara Juanda
Pernyataan yang sesuai dengan jadwal kedatangan dan keberangatan pesawat di bandara Juanda di atas adalah :
  • Pesawat Garuda kode penerbangan GA 361 adalah pesawat yang paling awal mendarat di Bandara Juanda;
  • Pesawat Wings Air kode penerbangan IW 1873 tujuan Jakarta berangkat pukul 18.32;
  • Pesawat Garuda Indonesia kode penerbangan GA 349 datang di bandara Juanda pukul 19.25 dan berangkat ke Denpasar pukul 19.30;
  • Pesawat yang datang paling akhir di Bandara Juanda adalah Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA 349
  • Pesawat Lion Air kode penerbangan JT 950 datang di Bandara Juanda lebih awal dari pesawat Airfast kode penerbangan AFE 121;
  • Pesawat Air Asia kode penerbangan QZ 7621 datang dari Denpasar pukul 19.05;
  • Jika pesawat Lion Air kode penerbangan JT 586 berangkat ke Jakarta pukul 20.00, berarti pesawat tersebut pemberangkatannya tertunda 5 menit

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Monday, October 20, 2014

Friday, 28 September 2012

Menemukan Pikiran Pokok Teks Bacaan

Menemukan Pikiran Pokok Teks Bacaan. Setiap bacaan pasti memiliki pikiran pokok. Pikiran pokok terdapat dalam kalimat yang paling umum, dijelaskan oleh kalimat lain, dan kata kuncinya selalu diulang-ulang. Pokok pikiran adalah suatu hal yang dibahas atau diungkapkan dalam sebuah bacaan. Pokok pikiran diungkapkan dengan kata-kata atau frase. Letak pokok pikiran di awal paragraf disebut (deduktif), di akhir paragraf disebut (induktif), dan di awal dan di akhir paragraf adalah (deduktif-induktif).

Dalam paragraf berjenis narasi dari deskripsi utama dapat tersebar di seluruh kalimat. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf dan biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas. Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail dari rincian pokok suatu paragraf. Suatu paragraf yang baik adalah terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan tulisan serta kalimat yang satu dan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.

Cara menemukan Ide pokok suatu bacaan.
  • Membaca dari keseluruhan teks bacaan.
  • Memahami isi bacaan teks bacaan tersebut.
  • Menemukan Ide pokok bacan.
Istilah Lain Ide Pokok
Istilah lain ide pokok sangat banyak, antara lain
  • Gagasan utama, Gagasan pokok, Pokok pikiran, Pokok masalah, Pikiran utama, Inti paragraf, Inti masalah, Masalah utama,
Pada dasarnya, semua istilah di atas sama saja. Sehingga, jika ditanyakan pengertian gagasan utama, jawabannya sama seperti ide pokok, yaitu inti suatu bacaan. Demikian juga jika yang ditanyakan gagasan pokok, pokok pikiran dan lainnya, jawabannya juga sama, yaitu inti suatu bacaan.

Contoh 1 :
Pergi ke Kantor Pos
Jam menunjukkan pukul 13.00 ketika Lusi pulang sekolah. Setelah makan, Lusi istirahat sambil menonton acara televisi. Siang itu ibu berencana pergi ke kantor pos. Ia akan mengirimkan surat untuk kakak Lusi. Kakak Lusi tinggal di Pulau Penang Malaysia. Lalu, ibu mengajak Lusi pergi ke kantor pos. Letak kantor pos dari rumah Lusi ke arah barat.


Mereka berangkat naik sepeda motor. Sebelumnya, mereka mampir ke pom bensin terlebih dahulu yang berada di depan rumah Lusi. Setelah itu, perjalanan diteruskan ke arah barat melewati kantor kejaksaan dan terminal. Kemudian belok kanan ke arah utara melewati Mal Surya. Lalu belok ke kiri sampai di ujung jalan belok ke kanan. Akhirnya, sampailah di kantor pos.

Dalam perjalanan pulang, Lusi minta dibelikan boneka di Mal Surya. Permintaan itu dipenuhi oleh ibu. Lalu, mereka pun mampir ke Mal Surya untuk membeli boneka.

Ide pokok bacaan di atas adalah : Pergi Ke Kantor Pos.

Contoh 2 :
Banyak yang dapat kita kerjakan untuk membantu sesama manusia. Jean Henry Dunant, misalnya, untuk membantu korban peperangan, ia telah memelopori berdirinya Palang Merah Internasional pada tahun 1963.

Di Indonesia, kita mengenal nama Palang Merah Indonesia (PMI). PMI berdiri tanggal 17 September 1945. Ketua Pengurus Besar, PMI, saat itu adalah Drs. Mohammad Hatta. Beliau dibantu oleh Ketua Pengurus Harian, Dr. Buntaran Martoatmojo.

Tujuan PMI dahulu tidaklah berbeda dengan tujuan Palang Merah Internasional, yaitu membantu para korban perang tanpa membedakan suku, bangsa, negara, dan agama. Sekarang, tujuan PMI berkembang luas. PMI ikut membantu meringankan beban penderita, seperti korban letusan gunung berapi, korban banjir, korban kecelakaan, lalu lintas, korban wabah penyakit, dan korban kebakaran.

Tujuan kemanusiaan seperti itu melibatkan pula para pelajar. Pelajar sering membeli dan mengedarkan kupon Palang Merah Indonesia dan mengumpulkan makanan ataupun pakaian. Bahkan, di sekolah lanjutan, terbentuk pula kelompok Palang Merah Remaja (PMR). Tugas mereka, antara& lain ikut membantu menjaga kesehatan teman-teman di sekolah. Pelajar yang telah berusia 17 tahun ke atas dapat menyumbangkan darah atau menjadi donor. Semuanya itu mereka lakukan dengan ikhlas demi membantu sesama manusia.

Ide pokok bacaan di atas adalah : Tujuan Palang Merah Indonesia.

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Friday, September 28, 2012

Membaca Denah

Membaca Denah. Denah adalah gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, gedung,ruang, dan sebagainya.Denah sama maknanya dengan peta. Dengan adanya denah akan memudahkan kita dalam menemukan suatu tempat. Dengan menggunakan denah, tempat atau lokasi tertentu yang akan kamukunjungi dapat dengan mudah kamu temukan. Denah akan mempermudahkamu menemukan tempat-tempat tertentu, tanpa harus banyak bertanyakepada orang lain yang kamu temui di jalan. Di samping itu, tidak semua orangyang akan kamu tanyai mengetahui tempat yang kamu maksud. Selain itu,pada saat-saat tertentu, kamu tidak dapat menemukan orang di jalan untuk ditanyai, misalnya pada waktu tengah malam. Dengan demikian kompetensidasar membaca denah sangat penting untuk kamu kuasai

Hal penting yang harus dikuasai dalam membaca denah adalah pemahaman tentang arah mata angin. Arah utara dalam denah adalah mengarah ke atas, arah timur kekanan, arah selatan ke bawah, dan arah baratke kiri. Perhatikan arah mata angin di samping !

Suatu ketika, kamu diberi tugas untuk mengantarkan surat ke Kantor Polisi di daerahmu. Padahal, kamu belum mengetahui letak kantor tersebut. Kamu hanya dibekali denah letak kantor Polisi seperti berikut ini. Perhatikan dengan cermat denah ini!

Berdasarkan denah di atas, Hal itu perlu dicermati agar perjalanan menuju ke tempat tujuan dapat berjalan dengan lancar. Di samping itu, sekali lagi kamu harus betul-betul memahami letak arah mata angin dalam peta sehingga kamu dapat mencari lokasi yang dituju dalam kenyataan sebenarnya tanpa kesulitan. Untuk dapat sampai ke Kantor Polisi dari SDN 1 Kranji berjalan ke arah utara, sampai dipertigaan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Gatot Subroto belok ke kiri berjalan lurus ke timur.


Menjelaskan Denah
Dari denah di atas dapat dijelaskan letak masing-masing tempat yang ada dalam denah. Letak masing-masing tempat adalah sebagai berikut :
  • Rumah Adit berada di sebelah selatan Kantor Polisi dan sebelah barat Rumah Sakit Umum Daerah;
  • Pasar Wage berada di sebelah barat lapangan dan di sebelah utara Kantor Polisi.
  • Bank BRI berada di sebelah utara SDN 1 Kranji dan di sebelah timur lapangan
  • SDN 1 Kranji berada di sebelah selatan Bank BRI dan sebelah timur Rumah Sakit Umum Daerah;
  • Kantor Polisi berada di sebelah utara rumah Adit, di sebelah selatan Pasar Wage, dan di sebelah barat Rumah Skait Umum Daerah;
  • Lapangan berada di sebelah timur Pasar Wage, di sebelah utara Rumah Sakit Umum Daerah, dan di sebelah barat Bank BRI;
  • Rumah Sakit Umum Daerah berada di sebelah barat SDN 1 Kranji, di sebelah selatan Lapangan, disebelah timur rumah Adit dan Kantor Polisi.

    Ditulis oleh:ghany maulana
    Media Belajar Diperbarui pada: Friday, September 28, 2012