Pages

Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Saturday, 8 November 2014

Flora dan Fauna Indonesia

Curah hujan yang cukup tinggi di daerah tropis mengakibatkan suburnya berbagai jenis tanaman. Oleh karena itu, daerah tropis dikenal sebagai kawasan hutan belukar yang bukan saja menyimpan berbagai potensi kekayaan alam, melainkan juga berperan sebagai paru-paru dunia. Indonesia memiliki beraneka ragam jenis tumbuhan. Iklim memiliki pengaruh yang sangat besar, terutama curah hujan dan suhu udara. Pengaruh suhu udara terhadap habitat tumbuhan di Indonesia telah dikenal dengan klasifikasi Junghuhn, seorang ahli botani asal Jerman yang membagi jenis tumbuhan berdasarkan ketinggian tempat. Persebaran fauna di Indonesia berkaitan dengan sejarah geologis Kepulauan Indonesia. Menurut Alfred Russel Wallace, terdapat perbedaan sebaran binatang di Indonesia. Klasifikasi persebaran fauna di Indonesia dikenal dengan sebutan kralsifikasi garis wallace.Keberadaan flora dan fauna di suatu tempat tentunya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada di tempat tersebut. Faktor-faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut.

a. Faktor Klimatik
Iklim terdiri atas suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, angin, dan intensitas sinar matahari. Perbedaan temperatur pada suatu wilayah dipengaruhi oleh letak lintang (latitude) selatan dan utara dan ketinggian suatu tempat. Perbedaan tersebut menyebabkan variasi tumbuhan pula. Teori ini dibuktikan oleh seorang ilmuwan biologi lingkungan, sekitar tahun 1889 yang bernama C. Hert Meeriem. Ia meneliti model penyebaran tumbuhan berdasarkan pada variasi ketinggian Gunung San Fransisco dari kaki gunung hingga ke puncak gunung. Model tersebut ternyata sejalan dengan pola penyebaran tumbuhan dari garis tropik ekuator hingga ke arah utara atau pun selatan. Jadi, distribusi jenis flora dari daerah yang paling panas ke daerah yang paling dingin ternyata menyerupai distribusi flora dari pantai hingga ke puncak gunung. Artinya, urutan bioma (ekosistem dunia) dari ekuator (khatulistiwa) ke kutub sama dengan urutan ekosistem dari pantai sampai ke puncak gunung.

Meeriem berkesimpulan bahwa tipe tumbuhan suatu daerah dipengaruhi oleh temperatur, kemudian dapat dibuktikan bahwa faktor kelembapan ternyata lebih berperan dari pada faktor temperatur. Curah hujan yang tinggi dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman besar. Semakin kita bergerak ke daerah dengan curah hujan yang rendah, tumbuhan akan didominasi oleh tumbuhan kecil (belukar, rumput) dan akhirnyakaktus atau tanaman padang pasir lainnya.

b. Faktor Edafik
Jenis tanah erat kaitannya dengan kesuburan tanah di tempat yang bersangkutan. Jenis tanah di berbagai tempat berbeda-beda, bergantung pada faktor bahan asal tanah, iklim, serta vegetasi. Hal ini menyebabkan tingkat kesuburan di berbagai tempat juga berbeda, sehingga terhadi penyebaran flora dan fauna di seluruh dunia.

c. Faktor Fisiografik
Daratan yang ada di seluruh permukaan bumi mempunyai ketinggian yang berbeda-beda. Daratan bisa berupa daratan rendah, pantai, dataran tinggi, serta pegunungan. Makin tinggi relief daratan suatu tempat, maka suhu udaranya makin dingin. Pada daerah-daerah berelief tinggi yang bersuhu dingin, jenis flora dan fauna yang ada sangat terbatas.

d. Faktor Biologis
Dalam biosfer selalu terjadi hubungan yang saling memengaruhi antara sesama makhluk hidup yang disebut interaksi. Terutama manusia dengan budayanya, merupakan faktor biologis yang paling berpengaruh dalam biosfer. Manusia dengan budayanya mampu memengaruhi lingkungan biosfer di sekitarnya. Misalnya, manusia yang selalu berupaya memperbaiki jenis serta penyebaran flora dan fauna. Namun, tidak semua bentuk interaksi antarfaktor biologis dalam biosfer bersifat memperbaiki (konstruktif), sebab ada pula yang bersifat merusak (destruktif) atau gabungan dari keduanya.

Dari berbagai pengaruh faktor-faktor di atas menjadikan wilayah Indonesia merupakan salah satu wilayah dari tiga negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Dua negara lainnya, yaitu Brazil dan Zaire. Akan tetapi dibandingkan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya, yaitu di samping memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi,

Indonesia mempunyai areal tipe Indo-Malaya yang luas, jugatipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Selain itu, di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas). Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, dan ekosistem sabana. Masing-masing ekosistem ini memilikikeanekaragaman hayati tersendiri.

Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana. Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 spesies tumbuhan tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya keruing ( Dipterocarpus sp), meranti (Shorea sp), kayu garu (Gonystylus bancanus), dan kayu kapur (Drybalanops aromatica).

Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus),Mangga (Mangifera indica), dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana, apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia.

Kalimantan, dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non–Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, di antaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian.

Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (oriental) yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  • Banyak spesies mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
  • Terdapat berbagai macam kera, misalnya bekantan, tarsius, orang utan.
  • Terdapat hewan endemik, seperti badak bercula satu, binturong (Aretictis binturang), monyet (Presbytis thomasi), tarsius (Tarsius bancanus), kukang (Nyeticebus coucang).
  • Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Burung-burung yang endemik, misalnya jalak bali (Leucopsar nothschili), elang jawa, murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang putih (Mycrohyerax latifrons).
Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan Australia. Hewan-hewan di bagian Timur Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1) Mamalia berukuran kecil
2) Banyak hewan berkantung
3) Tidak terdapat species kera
4) Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam
Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spiloeus maculatus). Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang palingterkenal adalah burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, ter-utama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis).

Sementara itu, daerah peralihan yang meliputi daerah disekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku, jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo (Macrocephalon maleo), anoa, dan babi rusa (Babyrousa babyrussa).

a) Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia
Di Indonesia banyak terdapat hewan dan tumbuhan langka. Hewan langka misalnya
babirusa (Babyrousa babyrussa), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), harimau jawa (Panthera tigris sondaicus), macan kumbang (Panthera pardus), orangutan (Pongo pygmaeus abelii di Sumatra dan Pongo pygmaeus pygmaeus di Kalimantan), badak sumatra (Decerorhinus sumatrensis), tapir (Tapirus indicus), gajah asia (Ele phas maximus), bekantan (Na salis larvatus), komodo (Vara nus komodoensis), banteng(Bossondaicus), cen drawasih (Paradisaea minor), kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), maleo (Macrocephalon maleo), kakatua raja (Probosciger aterrimus), rangkong (Bucerosrhinoceros), kasuari (Casuarius casuarius), buaya muara (Crocodylus porosus), buaya irian (Crocodylus novaeguinae), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu hijau (Chelonia mydas), ular sanca bodo (Phyton molurus), sanca hijau (Chondrophyton viridis), bunglon sisir (Gonyochepalus dilophus).

Tumbuh-tumbuhan langka misalnya bedali (Radermachera gigantea), putat (Planchonia valida), kepuh (Sterula foetida), bungur(Lagerstroemia speciosa), nangka celeng (Artocarpus heterophyllus), kluwak (Pangium edule), bendo (Artocarpus elasticus), mundu (Garcinia dulcis), sawo kecik (Manilkara kauki), winong (Tetrameles nudiflora), bayur (Pterospermum javanicum), gandaria (Bouea macrophylla), matoa (Pometia pinnata), sukun berbiji (Artocarpus communis).

b) Hewan dan Tumbuhan Endemik di Indonesia
Di Indonesia banyak terdapat hewan dan tumbuhan endemik, yaitu hewan dan tumbuhan itu hanya ada di Indonesia, tidak terdapat di negara lain. Hewan endemik misalnya harimau jawa (Panthera tigris sondaicus), harimau bali (sudah punah), jalak bali putih (Leucopsar rothschildi) di Bali, badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, binturong (Artictis binturong), monyet (Presbytis thomasi), tarsius (Tarsius bancanus) di Sulawesi Utara, kukang (Nycticebus coucang), maleo (hanya di Sulawesi), komodo (Varanus
komodoensis) di Pulau Komodo dan sekitarnya. Tumbuhan yang endemik terutama dari genus Rafflesia misalnya Rafflesia arnoldi (endemik di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh), R. borneensis (Kalimantan), R. cilliata (Kalimantan Timur), R. horsfilldii (Jawa), R.patma (Nusa Kambangan dan Pangandaran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan R. contleyi (Sumatra bagian timur).

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Saturday, November 08, 2014

Monday, 27 October 2014

Masalah Sosial di Lingkungan Setempat

Masalah sosial merupakan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Masalah sosial merupakan suatu keadaan di masyarakat yang tidak normal atau tidak semestinya. Masalah sosial harus dipecahkan atau diatasi secara bersama-sama. Seorang warga tidak bisa menyelesaikan seorang diri. Contoh-contoh masalah sosial di lingkungan tempat tinggal kita, misalnya masalah kependudukan, keamanan, sampah, kebakaran, pencemaran lingkungan, rusaknya atau buruknya fasilitas umum, ketidaktertiban dan ketidakdisiplinan, pemborosan energi, dan kelangkaan barang kebutuhan.

1. Masalah-masalah kependudukan
Persebaran penduduk yang tidak merata
Penduduk yang tinggal di wilayah negara kita tidak merata. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Provinsi DKI Jakarta sangat padat. Menurut sensus tahun 2000, setiap satu kilometer persegi didiami lebih dari dua belas ribu orang. Berbeda dengan Provinsi Kalimantan Barat yang hanya ada 27 orang yang mendiami wilayah seluas satu kilometer persegi. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigarasi. Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:
  • Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
  • Peningkatan taraf hidup transmigran.
  • Pengolahan sumber daya alam.
  • Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
  • Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.
  • Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.
Jumlah penduduk yang begitu besar
Indonesia menduduki urutan keempat negara terbanyak jumlah penduduk setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 adalah 205,8 juta jiwa. Ternyata negara Indonesia yang berpenduduk besar, yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu:
  • Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Dengan kemampuan pemerintah yang masih terbatas masalah ini sulit diatasi sehingga berakibat seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan, timbulnya pemukiman kumuh.
  • Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan dana yang terbatas masalah ini cukup sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah menggalakkan peran serta sektor swasta untuk mengatasi masalah ini.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Jumlah penduduk akan terus bertambah, hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian. Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga, demi kesejahteraan keluarga. Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau merupakan keluarga kecil. Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga sejahtera. Dua tujuan pokok Program Keluarga Berencana yaitu:
  • Menurunkan angka kelahiran agar pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan peningkatan produksi.
  • Meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera
Kualitas pendidikan rendah
Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Ini mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk Indonesia. Hal ini antara lain disebabkan oleh kemalasan, biaya pendidikan yang tinggi dan tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Masyarakat Indonesia kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus. Untuk mengatasi kualitas pendidikan yang rendah dapat dilakukan dengan cara :
  • mencanangkan program wajib belajar 9 tahun sejak Mei 1994;
  • mengadakan proyek belajar jarak jauh (Universitas Terbuka);
  • memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi;
  • mencanangkan program orang tua asuh;
  • melaksanakan Kejar Paket A(setara SD), B (setara SMP), dan C (setara SMA).
Rendahnya pendapatan per kapita
Pendapatan per kapita artinya rata-rata pendapatan penduduk setiap tahun. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia masih rendah. Rendahnya pendapatan per kapita rendah berkaitan erat dengan banyaknya masyarakat miskin. Untuk mengatasi masalah rendahnya pendapatan per kapita dapat dilaukuan dengan cara sebagai berikut :
  • Membuka lapangan kerja baru dan memperluas lapangan kerja.
  • Pelaksanaan jaminan sosial tenaga kerja.
  • Meningkatkan taraf pendidikan bagi penduduk.
  • Merangsang kemauan berwiraswasta.
Tingginya tingkat ketergantungan
Penduduk yang tidak tidak bekerja disebut penduduk yang tidak produktif. Biasanya penduduk yang tidak bekerja adalah yang telah berusia lanjut atau masih anak-anak dan remaja. Mereka ini disebut usia nonproduktif. Penduduk nonproduktif menggantungkan hidupnya pada penduduk produktif (bekerja). Karena usia nonproduktif tinggi, maka tingkat ketergantungan di Indonesia cukup tinggi.

Kepadatan penduduk
Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya. Upaya untuk mengatasi kepadatan penduduk antara lain sebagai berikut.
  • Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana. 
  • Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat.
  • Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat, dari 6 tahun menjadi 9 tahun.
2. Tindak kejahatan
Kriminalitas atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Tindak kejahatan pencurian dan perampokan sering disebakan oleh masalah kemiskinan dan pengangguran. Korupsi sebenarnya tak jauh beda dengan mencuri. Yakni mencuri sesuatu yang bukan haknya dengan cara-cara tertentu. Uang atau barang yang telah dipercayakan untuk dikelola diambil untuk kepentingan dirinya. Aparat keamanan, terutama polisi harus mampu memberantas tindak kejahatan. Masyarakat diharapkan membantu polisi.
  
Ada beberapa cara untuk mengatasi tindak kriminal, diantaranya sebagai berikut :
  • Mengenakan sanksi hukum yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas untuk memberikan efek jera kepada para pelaku agar tidak mengulangi kembali tindakannya
  • Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak. Hal ini merupakan dari pencegahan (preventif) untuk mencegah terjadinya tindakan kriminal dan mencegah menjadi pelaku tindakan kriminal.
  • Selektif terhadap budaya asing agar tidak merusak nilai budaya bangsa sendiri. Karena setiap budaya luar belum tentu baik untuk budaya kita.
  • Menjaga kelestarian nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan, seperti sekolah , pengajian dan organisasi masyarakat.
  • Melakukan pelatihan atau kursus keahlian bagi para pelaku tindak kriminal agar memiliki keterampilan yang dapat dilakukan untuk mencari lapangan pekerjaan.
3. Pengangguran
Pengangguran adalah orang dewasa yang tidak bekerja dan tidak mendapatkan penghasilan.  Orang yang tidak bekerja biasa disebut tuna karya. Jumlah pengangguran semakin banyak karena jumlah lulusan sekolah lebih banyak dari pada jumlah lapangan pekerjaan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang tinggi membuat Indonesia harus menghadapi permasalahan tenaga kerja berupa tingginya tingkat pengangguran. Jumlah tenaga kerja usia produktif yang tinggi tidak diimbangi dengan jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan. Selain itu para pengusaha dihadapkan pada persoalan kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar minyak yang mahal. Hal itu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tutup dan bangkrut, atau setidaknya mengurangi jumlah karyawannya.Pengangguran dapat menimbulkan permasalahan sosial lainnya. Seperti kemiskinan, kejahatan, perjudian, kelaparan, kurang gizi. 

4. Kemiskinan
Semakin banyak dan semakin lama orang menganggur menyebabkan kemiskinan. Orang yang miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya seperti pangan, sandang dan papan. Kemiskinan dapat menyebabkan berbagai permasalahan sosial yang lain, seperti kejahatan, kelaparan, putus sekolah, kurang gizi, rentan penyakit dan stress. Kemiskinan bisa disebabkan oleh dua hal. Yakni dari dalam diri seseorang (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Faktor internal antara lain karena pendidikan yang rendah, tidak memiliki keterampilan dan karena sifat malas. Sedangkan faktor eksternal antara lain disebabkan oleh kondisi ekonomi negara yang buruk, harga-harga melambung tinggi dan kurangnya perhatian pemerintah.

4. Pertikaian
Pertikaian bisa disebabkan banyak hal, antara lain karena salah paham, emosi yang tidak terkendali atau karena memperebutkan sesuatu. Sesuatu yang diperebutkan dapat berupa suatu prinsip, seseorang atau suatu barang. Pertikaian dapat terjadi di dalam suatu keluarga atau di masyarakat. Suatu pertikaian bahkan dapat menimbulkan korban jiwa. Masyarakat tidak aman dan nyaman. Pertikaian yang terjadi di keluarga juga dapat menyebabkan suasana tidak tenang dan tenteram. Sering di beberapa daerah terjadi pertikaian antar kampung baru-baru ini. Pertikaian dapat dicegah dengan memiliki semangat Bhineka Tunggal Ika, dalam menghadapi konflik akan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan, dan musyawarah – mufakat.

5. Kenakalan remaja
Salah satu bentuk kenakalan remaja adalah kebut-kebutan di jalan raya. Kebut-kebutan bagi mereka sendiri sangat berbahaya yakni dapat menimbulkan kecelakaan. Di samping itu juga mengganggu dan membahayakan orang lain. Kenakalan remaja dapat berbentuk lain seperti coret-coret dinding di jalan, berdandan yang tidak semestinya. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut :
  • Kurangnya perhatian dari orang tua
  • Pengaruh lingkungan pergaulan
  • Kurang mantapnya kepribadian diri
  • Jauh dari kehidupan beragama
6. Perilaku tidak disiplin
Dalam hidup sehari-hari kita menjumpai banyak sekali perilaku tidak disiplin. Kita ambil contoh keadaan di jalan raya. Salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas adalah perilaku tidak disiplin. Contoh perilaku tidak disiplin di jalan raya antara lain sebagai berikut.
  • Menjalankan kendaraan melawan arus. Hal ini umumnya dilakukan pengendara sepeda motor.
  • Mengendarai sepeda motor di tempat yang bukan semestinya, misalnya di trotoar dan jalur cepat.
  • Pengandara mobil yang parkir sembarangan.
  • Angkot dan bis sering berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
  • Pejalan kaki menyebrang jalan meskipun rambu untuk pejalan kaki menyala merah. Banyak juga pejalan kaki yang menyeberang bukan pada tempat semestinya.
7. Masalah sampah
Masyarakat yang tinggal di kota atau di daerah padat penduduk menghasilkan banya sekali sampah. Sampah segera menumpuk jika tidak segera diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Dinas Kebersihan, memikul tanggung jawab dalam mengelola sampah. Sampah yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap. Sampah yang ditumpuk dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular. Misalnya, muntah berak (muntaber), penyakit kulit, paru- paru, dan pernapasan. Untuk mengatasi masalah sampah dapat dilakukan dengan cara mendaur ulang sampah. Sampah Organik dan non organik dipisahkan.
8. Kelangkaan barang-barang kebutuhan 
Kelangkaan barang-barang kebutuhan sehari-hari meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, kelangkaan barang-barang termasuk masalah sosial. Selain kelangkaan barang, kenaikan harga sembako juga menjadi masalah yang sering terjadi di masyarakat. Pemerintah mempunyai tugas memastikan bahwa persediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari cukup.

Masalah sosial yang satu menjadi penyebab munculnya masalah sosial lainnya. Bahkan ada yang saling timbal balik. Misalnya orang bisa bodoh karena tidak punya biaya atau miskin. Dan orang yang miskin juga bisa karena bodoh. Biasanya penyandang masalah sosial tidak hanya memiliki satu masalah. Masalah sosial dapat membentuk lingkaran masalah yang rumit sehingga juga sulit dipecahkan. Lembaga-lembaga dari PBB seperti UNESCO, UNICEF dan WHO memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah sosial.


Upaya Mengatasi Masalah Sosial
1. Pemberian kartu askes
Kartu Askes (Asuransi Kesehatan) diberikan kepada keluarga miskin. Kartu Askes kadang disebut Askeskin (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin). Dengan kartu Askes. keluarga miskin dapat berobat di rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan atau gratis.
2. Pemberian beras untuk masyarakat miskin (Raskin)
Raskin merupakan program pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan harga yang sangat murah. Dengan raskin diharapkan masyarakat yang termasuk keluarga miskin dapat memenuhi kebutuhan pangannya.
3. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
BOS diberikan kepada siswa-siswi sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan. Sekarang juga sudah dilakukan program BOS buku. Yakni program penyediaan buku pelajaran bagi siswa sekolah. Dengan BOS buku diharapkan orang tua tidak lagi dibebani biaya membeli buku pelajaran untuk anaknya yang sekolah.
4. Sekolah terbuka
Sekolah terbuka merupakan sekolah yang waktu belajarnya tidak terlalu padat dan terikat. Sekolah terbuka diperuntukkan bagai siswa yang kurang mampu. Dengan sekolah terbuka siswanya dapat sekolah meskipun sudah bekerja.
5. Program pendidikan luar sekolah
Pendidikan luar sekolah biasanya berupa kursus-kursus seperti menjahit, perbengkelan ataupun komputer. Pemerintah mengadakan program pendidikan luar sekolah agar anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah dapat tetap memiliki ilmu dan ketrampilan.
6. Pemberian Bantuan  Langsung Tunai  (BLT)
BLT diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak berpenghasilan. BLT merupakan dana kompensasi/pengganti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
7. Pemberian bantuan modal usaha
Bantuan modal usaha diberikan kepada masyarakat miskin yang akan mengembangkan atau memulai suatu usaha. Biasanya untuk usaha kecil dan menengah. Bantuan modal usaha ini adalah dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Hambatan Dalam Mengatasi Masalah Sosial

  • Berbagai bantuan dari pemerintah kadang-kadang tidak tepat sasaran. Contohnya orang yang mampu mendapat bantuan sedangkan yang miskin tidak mendapat bantuan.
  • Program yang dilakukan tidak merata ke seluruh daerah.
  • Kurang disiplinnya petugas dalam menyalurkan bantuan pemerintah.
  • Terdapat pihak-pihak yang menyalahgunakan bantuan dari pemerintah maupun luar negeri.
  • Kurang kerja sama dari masyarakat yang mengalami masalah sosial terhadap pemerintah.
  • Penyuluhan maupun pelatihan keterampilan yang diberikan kepada masyarakat kadang-kadang tidak ditanggapi sebagaimana mestinya.
  • Ada pihak-pihak yang kurang peduli dalam masalah-masalah bantuan sosial.
Soal UH Masalah Sosial

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Monday, October 27, 2014

Sunday, 26 October 2014

Negara Berkembang dan Negara Maju

Negara Berkembang dan Negara Maju. Pembangunan yang dilakukan oleh suatu negara bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya ke arah yang lebih baik lagi. Setiap negara memiliki potensi untuk maju dan berkembang. Suatu negara yang kaya akan sumber daya alam, seperti Indonesia, belum tentu dikategorikan sebagai negara maju. Pada hakikatnya keberhasilan suatu pembangunan merupakan hasil dukungan dari tiga unsur yang saling memengaruhi, yaitu: ilmu pengetahuan; teknologi; dan sumber daya alam. Ketiga unsur tersebut tidaklah berdiri sendiri tanpa adanya dukungan sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan. Keberhasilan dalam menggabungkan keempat unsur tersebut dapat menjadi sebuah ukuran perkembangan sebuah negara.  

Walt Whitman Rostow dalam karya bukunya yang berjudul Stages of Economic Growth (1960) merumuskan lima tahapan perkembangan perekonomian sebuah negara, yaitu sebagai berikut.
a. Tahap Masyarakat Tradisional (Traditional Society Stage). Dicirikan dengan:
  1. Kondisi masyarakat yang belum produktif;
  2. Cara berproduksi dan pola perekonomian yang dijalankan masih tradisional;
  3. Sistem dan pola kerja yang telah ada masih bersifat tradisi/turun temurun;
  4. Perekonomian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri (belum berorientasi pasar); dan
  5. Mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian.
b. Tahap Prakondisi Lepas Landas (Precondition for Take Off Stage). Dicirikan dengan:
  1. Terjadi perubahan pola kerja dan sistem di segala bidang, baik sosial, ekonomi, budaya, dan politiknya;
  2. Sudah mengenal dan menggunakan teknologi untuk lebih produktif dan efisien;
  3. Sudah muncul kesadaran menabung yang lebih produktif di lembaga-lembaga keuangan; serta
  4. Kegiatan perekonomian terus bergerak ke arah kemajuan.
c . Tahap Lepas Landas (Take Off Stage). Dicirikan dengan:
  1. Semakin berkembangnya usaha-usaha produksi;
  2. Terciptanya berbagai pembaruan yang lebih produktif dan efisien di segala bidang;
  3. Sektor produksi merupakan sektor dominan yang memacu pertumbuhan ekonomi; serta
  4. Semakin meningkatnya pendapatan perkapita dan pendapatan nasional.
d. Tahap Gerak Menuju Kematangan (Drive for Maturity Stage). Dicirikan dengan:
  1. Sektor ekonomi mengalami pertumbuhan yang terus menerus;
  2. Penggunaan teknologi modern pada masyarakat semakin meluas;
  3. Semakin mantapnya struktur ekonomi negara;
  4. Negara mampu menginvestasikan pendapatan nasionalnya; serta
  5. Industri modern semakin berkembang, terutama industri yang padat modal.
e. Tahap Konsumsi Massa Tinggi (Age of High Mass Consumption Stage). Dicirikan dengan:
  • Semakin meningkatnya pendapatan masyarakat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hingga pada tingkat pemenuhan kebutuhan sekunder bahkan tersier; dan
  • Perkembangan industri mencapai tahap tertinggi dengan kemampuan sumber daya manusia yang sudah mencapai taraf ahli.
Karakteristik Negara Berkembang
Negara berkembang sering disebut negara dunia kedua dan dunia ketiga. Negara berkembang adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup dalam taraf rendah atau sedang dalam perkembangan. Penggunaan kata berkembang berbeda dengan kata tidak berkembang. Suatu negara disebut tidak berkembang jika memangtidak mempunyai potensi untuk berkembang, misalnya negara-negara di gurun gersang yang tidak memiliki sumber daya untuk melakukan pembangunan. Kata ”berkembang” berarti bahwa negara-negara tersebut sedang mengalami proses pembangunan menuju kemajuan.  Indonesia dikategorikan sebagai negara berkembang. Dengan demikian, paling tidak kamu sudah memiliki gambaran tentang ciri-ciri negara berkembang.

Ciri-ciri negara berkembang:
1) Pendapatan per Kapita yang Rendah
Ciri utama negara berkembang adalah rendahnya pendapatan per kapita penduduknya. Menurut Bank Dunia, negara berkembang yang berpendapatan menengah ke bawah yaitu antara US$876–3,465. Negara berkembang yang berpendapatan menengah tinggi, yaitu antara US$3,466– 10,275. Berikut ini daftar pendapatan per kapita beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia.
No.
Negara
Pendapatan Per Kapita (US$)
1.
Thailand
9,100
2.
Kolombia
8,400
3.
Cina
7,600
4.
Maroko
4,400
5.
Mesir
4,400
6.
Indonesia
3,800
Rendahnya pendapatan per kapita mempengaruhi standar hidup di negara berkembang. Standar hidup yang rendah terlihat dari masih banyaknya masyarakat miskin yang hidup di permukiman kumuh. Mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari secara layak. Mereka tinggal di gubuk berukuran kecil, tanpa sarana listrik, air, dan sanitasi.

2) Rendahnya Akumulasi Modal
Rendahnya tingkat pendapatan di negara berkembang menyebabkan masyarakat sulit mengumpulkan tabungan. Padahal, akumulasi tabungan masyarakat merupakan sumber modal bagi kegiatan investasi. Tidak mengherankan apabila kurangnya modal sering menjadi hambatan bagi proses pembangunan di negara-negara berkembang. Sebagai jalan keluarnya, negara berkembang meminjam modal dari negara maju. Hal ini berakibat tingginya ketergantungan ekonomi terhadap negara maju.

3) Perekonomian Mengandalkan Sektor Primer
Perekonomian di negara berkembang masih mengandalkan sektor-sektor primer seperti pertanian, kehutanan, pertambangan, dan perikanan. Sektor ini masih mengandalkan kekayaan alam. Kegiatan di sektor industri pengolahan dan jasa masih sangat kurang. Hal ini karena teknologi produksi yang dikuasai masih rendah dan hanya mengandalkan caracara tradisional untuk mengolah sumber daya yang ada.

4) Masih Tingginya Tingkat Pengangguran
Kondisi perekonomian yang belum berkembang menyebabkan sempitnya lapangan kerja sehingga tingkat pengangguran di negara berkembang cukup tinggi. Jenis pengangguran yang ditemui di negara berkembang adalah setengah pengangguran dan pengangguran terselubung.

5) Tingginya Laju Pertumbuhan Penduduk
Kondisi kependudukan di negara berkembang ditandai dengan tingkat kelahiran dan tingkat kematian bayi yang tinggi. Tingkat kelahiran yang tinggi ini dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran tentang perencanaan keluarga, pernikahan usia dini, terbatasnya peran wanita dalam dunia kerja, dan kepercayaan bahwa banyak anak banyak rezeki. Sayangnya, tingginya tingkat kelahiran tidak didukung dengan fasilitas kesehatan yang memadai sehingga angka kematian bayi juga tinggi. Komposisi penduduk yang berusia kurang dari 15 tahun relatif besar sehingga menjadi beban bagi penduduk produktif.

6) Rendahnya Tingkat Kesehatan dan Pendidikan
Terbatasnya fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah belum mampu menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan secara merata bagi seluruh masyarakat. Rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan tingginya biaya pendidikan menyebabkan keluarga tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka.  

7) Budaya Masyarakat yang Belum Mendukung Kemajuan
Kualitas sumber daya manusia suatu negara tidak terbatas pada tingkat pendidikan saja, tetapi juga meliputi kebudayaan mereka, sikap terhadap pekerjaan, dan keinginan untuk memperbaiki diri. Budaya masyarakat di negara berkembang masih belum menunjang ke arah kemajuan pembangunan. Misalnya, kurang profesional dalam bekerja, kurang berdisiplin, korupsi dan senang mencari jalan termudah untuk meraih keinginan.

8) Rendahnya Penguasaan Teknologi
Tingkat penguasaan teknologi di negara berkembang masih rendah sehingga output produk yang dihasilkan juga lebih rendah dibandingkan negara maju. Cara-cara atau metode produksi masih bersifat tradisional. Teknologi pertanian merupakan warisan dari nenek moyang. Misalnya, tanah dibajak dengan tenaga hewan, penanaman bibit dan pemanenannya masih menggunakan tangan.

Karakteristik Negara Maju
Negara maju adalah negara yang menikmati standar hidup relatif tinggi melalui pemerataan kemajuan teknologi dan ekonomi. Penduduk di negara maju memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Istilah negara maju (developed country atau advanced country) digunakan untuk mengelompokkan negara-negara yang maju secara ekonomi. Sektor industri ketiga (jasa seperti distribusi barang) dan sektor industri keempat (bisnis jasa atau service seperti bisnis informasi dan komunikasi) yang bersifat intelektual mendominasi kegiatan ekonominya. Inggris, Jerman, Amerika Serikat,  Jepang, Australia, dan Selandia Baru contoh negara yang maju.

Ciri-ciri negara maju:
1) Pendapatan per Kapita yang Tinggi
Pendapatan per kapita menunjukkan pendapatan yang dicapai rata-rata penduduknya selama satu tahun.  Pendapatan per kapita yang tinggi menggambarkan standar hidup yang baik pula. Menurut Bank Dunia, kriteria pendapatan per kapita untuk negara maju adalah di atas US$10,726 per tahun.  Berikut ini daftar beberapa negara maju dengan pendapatan per kapitanya.
No.
Negara
Pendapatan Per Kapita (US$)
1.
Amerika Serikat 
43,500
2.
Kanada 
35,200
3.
Australia 
32,900
4.
Belanda 
31,700
5.
Inggris 
31,400
6.
Selandia Baru 
26,600
Pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju biasanya relatif stabil. Kestabilan ini karena mereka memiliki modal-modal pembangunan yang mendukung. Misalnya, kemudahan memperoleh modal untuk mengembangkan usaha. Kemajuan ekonomi di negara maju didukung oleh ketersediaan modal untuk melakukan kegiatan ekonomi. Tingginya pendapatan masyarakat dan kebiasaan berinvestasi menghasilkan kumpulan modal. Selain ditanamkan dalam usaha di dalam negeri, mereka juga melakukan investasi di negara-negara berkembang.

2) Kegiatan Ekonomi Utama di Sektor Industri dan Jasa
Mata pencaharian utama masyarakat di negara maju adalah bidang industri dan jasa. Contoh bidang industri adalah industri mobil, elektronik, alat-alat berat, pesawat terbang, dan makanan jadi. Contoh bidang jasa yaitu jasa keuangan, pendidikan, hiburan, dan konsultan.

3) Rendahnya Tingkat Pengangguran
Ciri di bidang ekonomi lainnya adalah rendahnya tingkat pengangguran. Hal ini karena seluruh sumber ekonomi bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Pengangguran yang umum terjadi di negara maju adalah pengangguran friksional, yaitu pengangguran yang terjadi karena peralihan tenaga kerja dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain. Para penganggur di negara maju mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah.

4) Rendahnya Laju Pertumbuhan Penduduk
Ciri kependudukan di negara maju adalah rendahnya laju pertumbuhan penduduk. Hal ini ditandai oleh rendahnya angka kelahiran dan rendahnya angka kematian bayi. Keadaan ini ditunjang oleh tingginya kesadaran tentang perencanaan keluarga, kemajuan fasilitas kesehatan, penundaan usia nikah, dan tingginya partisipasi wanita dalam dunia kerja. Dampak positif rendahnya laju pertambahan penduduk yaitu rendahnya beban penduduk golongan produktif atas penduduk golongan tidak produktif.

5) Tingginya Tingkat Pendidikan
Hampir seluruh penduduk bisa membaca dan menulis (melek huruf). Pemerintah mampu memberikan jaminan pendidikan dasar gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. Fasilitas pendidikan di negara maju juga tersedia lengkap. Sistem pendidikan yang digunakan lebih menekankan pada kecakapan hidup dan kemandirian peserta didik untuk mengembangkan potensinya.

6) Menjunjung Tinggi Kedisiplinan, Kesetaraan Gender, dan Menghargai Waktu
Menjunjung tinggi etika, kejujuran, disiplin, mau bertanggung jawab, menghormati hak warga negara lain, profesional dalam bekerja, suka bekerja keras, dan menghargai waktu. Dengan sikap-sikap tersebut, mereka mampu mengoptimalkan sumber daya untuk menjalankan pembangunan.  

7) Pesatnya Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Sikap masyarakat yang tidak menerima segala sesuatu apa adanya dan cenderung mengedepankan rasionalitas mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Negara maju memiliki ilmuwan dalam berbagai disiplin ilmu. Para ilmuwan ini diberi fasilitas, seperti laboratorium lengkap dan standar gaji tinggi sehingga bisa melakukan inovasi. Hasil-hasil inovasi sangat bermanfaat di berbagai bidang, seperti produksi, militer, ruang angkasa, kedokteran, maupun pengembangan ilmu pengetahuan.

Persebaran Wilayah Negara Maju dan Negara Berkembang
Di dunia ini terdapat lebih dari dua ratus negara yang tersebar di belahan bumi utara dan selatan. Negara-negara maju tersebar di wilayah Amerika Utara, Eropa Barat, Australia, dan sebagian kecil Benua Asia. Negara-negara maju juga disebut First World Countries (Negara Dunia Pertama). Untuk mengetahui persebaran wilayah negara-negara maju, perhatikan bagian peta yang diarsir berikut ini.
Negara berkembang sebagian besar tersebar di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Apabila dilihat dari persebaran wilayahnya, terlihat bahwa sebagian besar negara maju berada di belahan bumi Utara sedangkan negara berkembang tersebar di belahan bumi Selatan. Dilihat dari latar belakang sejarah, negara-negara di kawasan Selatan merupakan negara bekas jajahan.

Organisasi dunia seperti Bank Dunia, IMF, dan CIA mengelompokkan negara-negara berikut menjadi negara maju.
1. Anggota Uni Eropa
Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani ,Irlandia, Italia, Luksemburg Belanda, Spanyol, Swedia, dan  Inggris
2. Negara Non-Uni Eropa
Andorra, Islandia, Liechtenstein, Norwegia, San Marino, Swiss , dan Vatikan
3. Negara Bukan Eropa
Australia, Kanada, Korea Selatan , Hong Kong, Israel, Jepang, Selandia Baru , Singapura, Taiwan , dan Amerika Serikat

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Sunday, October 26, 2014

Thursday, 23 October 2014

Devisa

Devisa adalah semua barang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional. Devisa terdiri atas valuta asing, yaitu mata uang yang dapat diterima oleh hampir semua negara di dunia (seperti US Dollar ($), Yen Jepang, Euro, Poundsterling Inggris), emas, surat berharga yang berlaku untuk pembayaran internasional, dan lainnya. Devisa merupakan aset atau kewajiban keuangan yang dipakai dalam transaksi internasional. Perpindahannya dari satu negara ke negara lain akan menimbulkan lalu lintas devisa. Dapat dikatakan devisa adalah alat pembayaran luar negeri. Devisa dapat berupa sebagai berikut.
  • Valuta Asing. Valuta asing adalah mata uang asing yang digunakan dalam pembayaran transaksi internasional. Misalnya, pengusaha di Bandung mengimpor bahan kimia dari pabrik kimia di Inggris. Perusahaan di Inggris meminta pembayaran dilakukan dalam pound sterling. Oleh karena itu, pengusaha di Bandung akan menghubungi bank devisa untuk membeli mata uang asing tersebut dengan rupiah. Perbandingan harga mata uang asing dengan rupiah disebut kurs.
  • Surat-Surat Wesel Luar Negeri. Surat wesel semacam ini diperoleh jika ada tenaga kerja Indonesia mengirim uang ke dalam negeri. TKI yang bekerja di luar negeri sering disebut pahlawan devisa.
  • Surat-Surat Berharga. Surat-surat berharga ini meliputi obligasi, commercial papers, maupun saham.
Jenis-Jenis Devisa
1) Devisa Umum
Devisa umum adalah devisa yang bersumber dari hasil ekspor, penjualan jasa, atau bunga modal. Ketika eksportir mengekspor ke luar negeri, ia akan mendapatkan devisa umum sebesar 90% dari hasil ekspor. Sisanya sebesar 10% disetorkan kepada negara sebagai bea ekspor. Jika eksportir mengekspor hasil kerajinan rakyat, ia mendapatkan devisa umum 100%.
2) Devisa Kredit
Devisa kredit adalah devisa yang bersumber dari pinjaman luar negeri. Ketika pemerintah Indonesia mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia, pinjaman tersebut disalurkan ke masyarakat dalam bentuk devisa kredit.

Fungsi Devisa bagi Negara
Setiap negara memerlukan devisa untuk melancarkan perdagangannya dengan negara lain. Negara yang memiliki devisa tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran luar negeri. Devisa mempunyai beberapa fungsi berikut ini.
  1. Membiayai perdagangan luar negeri yang berupa impor barang dan jasa.
  2. Membayar pokok utang, cicilan utang, bunga utang atau utang luar negeri.
  3. Membiayai pembinaan dan pemeliharaan hubungan luar negeri, yaitu untuk kedutaan, konsulat, biaya kontingen olahraga, misi kebudayaan ke luar negeri.
  4. Mengatasi kesulitan perekonomian negara dalam kaitannya dengan pembayaran luar negeri.
  5. Memudahkan terjadinya transaksi dalam perdagangan internasional.
Sumber Devisa
Pengadaan barang-barang impor seperti barang modal, konsumsi, maupun bahan baku dibayar dengan devisa. Secara umum, sumber devisa dapat berasal dari hal-hal berikut.
1) Hasil Ekspor
Ekspor merupakan kegiatan perdagangan suatu negara untuk menjual produk dalam negeri ke pasar luar negeri. Eksportir akan menerima devisa atas ekspor. Semakin besar ekspornya, semakin besar devisa yang diterima negara.
2) Pendanaan Luar Negeri
Pendanaan luar negeri ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
  • Pinjaman luar negeri bersumber dari pemerintah negara asing, lembaga internasional, dan swasta asing. Misalnya pinjaman dari IMF, kredit dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia, serta dari perusahaan swasta asing.
  • Hadiah dan bantuan dari badan-badan PBB seperti UNDP, UNESCO, serta pemerintah asing, seperti pemerintah Jepang dan Arab Saudi.
  • Laba dari penanaman modal di luar negeri. Misalnya TKI yang bekerja di luar negeri serta laba perusahaan WNI dan milik negara yang ditransfer.
3) Sektor Jasa Pariwisata 
Indonesia memiliki beragam objek wisata yang menarik. Tidak sedikit wisatawan asing yang
berkunjung ke Indonesia terpesona dengan keindahannya. Objek wisata yang sering dikunjungi di antaranya Danau Toba, Borobudur, Keraton Yogyakarta, Pulau Bali, Tanah Toraja, Bunaken, Lombok, dan objek wisata lainnya. Ketika berada di Indonesia, wisatawan asing akan memakai jasa hotel, transportasi, hiburan, atau restoran. Pengeluarannya akan menambah devisa negara.

Penggunaan Devisa
Devisa merupakan sumber penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai keperluan antara lain:
1) membiayai kegiatan impor;
2) membayar kewajiban luar negeri akibat utang beserta bunga;
3) membayar kewajiban luar negeri atas transaksi surat berharga dari investor asing;
4) membiayai perwakilan negara di luar negeri; serta
5) membiayai kepentingan masyarakat Indonesia yang akan melawat ke luar negeri.

Dampak Perdagangan Internasional bagi Indonesia
Untuk mendukung perekonomiannya, Indonesia turut serta dalam perdagangan internasional. Keikutsertaan dalam perdagangan ini menimbulkan dampak positif dan negatif bagi Indonesia.
a. Dampak Positif Perdagangan Internasional
  • Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Dalam Negeri. Setiap negara memiliki sumber daya yang berbeda-beda.  Adanya perdagangan internasional memungkinkan negara mengimpor barang dari negara lain. Dengan demikian, perdagangan internasional dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama barang yang tidak atau belum diproduksi di dalam negeri.
  • Meningkatkan Devisa Negara. Pada perdagangan internasional, pembayaran dilakukan dalam bentuk valuta asing. Penggunaan valas dapat menambah cadangan devisa sehingga kekayaan negara menjadi lebih banyak. Akibatnya, pembangunan dapat dilakukan secara lancar selama sumber penerimaan negara terus bertambah.
  • Mendapatkan Barang Berkualitas. Perdagangan internasional mendorong suatu negara untuk melakukan spesialisasi produksi. Melalui spesialisasi, faktor produksi dapat digunakan secara efisien. Hal ini mengakibatkan masyarakat dalam negeri mendapatkan barang dan jasa berkualitas dengan murah.
  • Memperbaiki Teknologi Produksi. Pada perdagangan internasional, suatu negara dapat belajar menggunakan teknologi maju dari negara lain. Proses pembelajaran ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu negara. Selain itu, tingkat produktivitas di dalam negeri meningkat.
  • Menjalin Kerja Sama Antarnegara. Perdagangan internasional melibatkan dua negara atau lebih. Hubungan dagang ini mendorong terjalinnya kerja sama antarnegara di berbagai bidang. Kerja sama ini bermanfaat bagi negara yang ikut serta dalam perdagangan internasional.
  • Meningkatkan Jasa Pariwisata. Perdagangan internasional memungkinkan pelaku untuk berkunjung ke suatu negara. Misalnya Indonesia melakukan perdagangan dengan Jerman. Hubungan ini akan mengundang importir Jerman datang ke Indonesia. Kunjungan ini dapat meningkatkan sektor pariwisata sehingga devisa bertambah.
b. Dampak Negatif Perdagangan Internasional
  • Menghambat Pertumbuhan Industri Dalam Negeri. Perdagangan internasional menyebabkan produk impor beredar di pasar dalam negeri. Hal ini memengaruhi daya beli konsumen dalam negeri. Konsumen dalam negeri akan terpengaruh untuk mengkonsumsi produk-produk impor. Akibatnya perkembangan industri dalam negeri terhambat. Untuk mengatasinya, pemerintah menerapkan kebijakan tarif, kuota, atau subsidi.
  • Menimbulkan Ketergantungan terhadap Negara Maju. Maraknya produk impor di dalam negeri memperbesar peluang masyarakat untuk mengkonsumsinya. Hal ini membuat suatu negara merasa bergantung pada negara maju. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi negara maju, sebaliknya perekonomian negara berkembang akan terpuruk.
  • Munculnya Sifat Konsumerisme. Perdagangan internasional menyebabkan produk impor mudah ditemui di pasar dalam negeri. Akibatnya, muncul kecenderungan sifat konsumerisme di masyarakat. Hal ini ditambah dengan anggapan bahwa kualitas produk impor lebih tinggi daripada produk lokal. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah. Oleh karena itu, industri dalam negeri harus meningkatkan kualitas produk lokal yang berdaya saing tinggi.
  • Mempengaruhi Neraca Pembayaran. Perdagangan internasional mendorong berdirinya perusahaan multinasional di suatu negara. Semakin banyak investasi asing, semakin besar keuntungan yang mengalir ke luar negeri. Keuntungan yang diharapkan untuk menambah penerimaan negara tidak tercapai. Hal ini akan mempengaruhi neraca pembayaran suatu negara.
  • Menyebabkan Sektor Keuangan Tidak Stabil. Perdagangan internasional mendorong aliran investasi asing untuk turut serta ke dalam pasar modal dalam negeri. Pada saat pasar modal meningkat, investasi asing juga meningkat sehingga neraca pembayaran bertambah. Sebaliknya pada saat di pasar modal menurun, investasi asing akan mengalir ke luar negeri sehingga neraca pembayaran mengalami penurunan. Selain itu, nilai rupiah akan merosot.
  • Memperburuk Prospek Pertumbuhan Ekonomi Negara. Apabila nilai ekspor lebih kecil dibandingkan nilai impor, perekonomian suatu negara dapat terganggu. Dimulai dengan perekonomian yang tidak stabil. Laju pertumbuhan ekonomi menjadi berkurang. Pendapatan nasional serta kesempatan kerja menjadi semakin lambat. Hal ini menyebabkan masalah pengangguran tidak teratasi. Bahkan, masalah sosial yang timbul semakin beragam. Kesejahteraan masyarakat bertambah buruk.  

Ditulis oleh:ghany maulana
Media Belajar Diperbarui pada: Thursday, October 23, 2014