Pages

Sunday, 26 October 2014

Jaringan Tema Kelas I

Jaringan Tema Kelas I. Salah satu langkah dalam penyusunan pembelajaran tematik adalah membuat rangcangan pembelajaran untuk memadukan mata pelajaran menjadi sebuah tema yang menarik dan terpadu, sehingga pada saat pembelajaran membawa peserta didik ke dalam suasana yang sesuai dengan imajinasinya. Pembelajaran yang sesuai dengan karakter pola pikir tak dirasakan adanya kotak-kotak mata pelajaran. Tema disesuaikan dengan karakter lingkungan dan wilayah peserta didik sebagai daya tarik tersendiri.

Membuat jaringan tema merupakan bagian integral dari model pembelajaran terpadu yang banyak digunakan dewasa ini. Lebih spesifik lagi, pembuatan jaringan tema merupakan implementasi dari penerapan pembelajaran terpadu model Webbed. Pembelajaran terpadu model Webbed adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menetukan tema tertentu. Tema dapat ditentukan dengan negosisasi guru dan siswa, tetapi dapat pula diskusi sesama guru. Setelah tema tersebut disepakati, dikembangkan sub-sub temanya dengan memperhatikan kaitannya dengan bidang studi (Trianto 2007). Pengembangan tema menjadi sub-sub tema serta pola keterkaitannya inilah yang kemudian membentuk jaringan tema.

Pembuatan jaringan tema melalui beberapa tahapan. Langkah-langkah yang harus dilalui diantaranya :
Tentukan terlebih dahulu tema. Cara menetukan tema bisa dilakukan dengan dua cara
  1. Cara pertama, mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menetukan tema.
  2. Cara kedua, menentukan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. Untuk menentukan tema tersebut, guru dapat bekerjasama dengan siswa-siswi sehingga sesuai dengan minat serta kebutuhan mereka.
Menginvetarisasi materi-materi yang masuk/sesuai dengan tema yag telah ditentukan.
Sebuah jaringan tema dapat dikatakan baik jika memenuhi beberapa kriteria. Kriteria-kriteria tersebut diantaranya adalah :
  1. Simpel. Jaringan tema dibuat untuk mempermudah penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan.
  2. Sinkron. Pada dasarnya, jaringan tema terdiri atas dua komponen utama yaitu tema pengikat dan materi-materi yang terkait dan bisa masuk dalam cakupannya.
  3. Logis. Hal ini mengandung pengertian bahwa materi yang dijaring memang betul-betul bagian dari tema, sehingga tidak dibutuhkan tema lain untuk menjaring materi-materi tersebut.
  4. Mudah dipahami. Dengan demikian, siapapun dapat menyusun dan mengembangkan pembelajaran tematik dengan berpegangan pada jaringan tema tersebut.
  5. Terpadu. Tema dan materi-materi diikat oleh kesamaan subtansi yang ingin disampaikan kepada siswa-siswi.

Berikut ini contoh jaringan tema untuk kelas I sekolah dasar.
Tema 1 : Diri Sendiri
Mapel
Kompetensi Dasar

PPKn
KD 1 dan 2
1.1. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2.1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
KD 3 dan 4
3.2. Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di sekolah
3.3. Mengenal keberagaman karateristik individu di rumah dan di sekolah
4.2. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah
Bahasa Indonesia
    KD 1 dan 2
    2.1. Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
    2.2. Memiliki rasa percaya diri terhadap keberadaan tubuh melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
    KD 3 dan 4
    3.4. Mengenal teks cerita diri/ personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
    4.4. Menyampaikan teks cerita diri/ personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
    Matematika
      KD 1 dan 2
      2.2. Menunjukkan perilaku teliti dan peduli dengan menata bendabenda
      di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar
      KD 3 dan 4
      3.1. Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
      3.2. Mengenal bangun datar dan bangun ruang menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
      3.11. Menentukan urutan berdasarkan panjang pendeknya benda, tinggi rendahnya tinggi badan, dan urutan kelompok berdasarkan jumlah anggotanya
      4.5. Membentuk dan menggambar bangun baru dari bangunbangun datar atau pola bangun datar yang sudah ada
      SBP
        KD 1 dan 2
        2.1. Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
        KD 3 dan 4
        3.1. Mengenal cara dan hasil gambar ekspresi
        4.1. Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
        4.3. Menggambar dengan memanfaatkan beragam media kering
        4.7. Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu
        Penjas
          KD 1 dan 2
          2.1. Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan
          KD 3 dan 4
          3.3. Memahami pengertian pola gerak dasar seperti gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif
          4.1. Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep: tubuh, ruang, hubungan, dan
          usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan/atau tradisional
          4.3 Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan/atau permainan tradisional
          Tema 2 : Kegemaranku
          Mapel
          Kompetensi Dasar
          PPKn
            KD 1 dan 2
            2.1 Menunjukkan perilaku jujur,  disiplin, tanggung jawab, santun,  peduli, dan percaya diri  dalam berinteraksi dengan keluarga,  teman, dan guru sebagai  perwujudan nilai dan moral Pancasila
            2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
            KD 3 dan 4
            3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang  berlaku dalam kehidupan sehari-hari di  rumah dan sekolah
            3.4 Mengenal arti bersatu dalam  keberagaman di rumah dan sekolah
            4.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan  sekolah
            Bahasa Indonesia
              KD 1 dan 2
              2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
              2.5 Memiliki perilaku santun dan jujur  dalam hal kegiatan dan bermain di lingkungan melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa  daerah
              KD 3 dan 4
              3.1 Mengenal teks deskripsi tentang  anggota tubuh dan panca indra, wujud dan sifat benda, serta paristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia  lisan dan tulisan yang dapat diisi  dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.
              3.2   Mengenal teks petunjuk/arahan tentang  perawatan tubuh serta pemeliharaan  kesehatan dan kebugaran tubuh  dengan bantuan guru atau teman  dalam bahasa Indonesia lisan dan  tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
              3.3   Mengenal teks terima kasih tentang  sikap kasih sayang dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tertulis yang dapat  diisi degan kosakata bahasa daerah  untuk membantu pemahaman
              4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda,  serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
              4.2 Mempraktikkan teks arahan/petunjuk tentang merawat tubuh serta kesehatan dan kebugaran tubuh secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan  tulis yang dapat diisi dengan kosakata  bahasa daerah untuk membantu  penyajian
              4.3   Menyampaikan teks terima kasih  mengenai  sikap kasih sayang secara
              mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tertulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
              4.4 Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis  yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
              Matematika
                KD 1 dan 2
                2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan  sesuai prosedur/aturan dengan memperhatikan nilai tempat  puluhan dan satuan
                2.2 Menunjukkan perilaku teliti dan perduli dengan menata bendabenda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar
                KD 3 dan 4
                3.1 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
                3.5.Membandingkan dengan memperkirakan panjang suatu benda menggunakan istilah sehari-hari (lebih panjang dan lebih pendek)
                3.6. Mengenal dan memprediksi  pola-pola bilangan sederhana menggunakan gambar-gambar/benda konkret
                4.1  Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya.
                SBP
                  KD 1 dan 2
                  2.1 Menunjukkan rasa percaya diriuntuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
                  KD 3 dan 4
                  4.1 Menggambar ekspresi dengan garis, warna, dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
                  4.7 Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu
                  Penjas
                    KD 1 dan 2
                    1.1 Menghargai tubuh denganseluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai
                    2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan
                    2.2 Menunjukkan perilaku santun kepada teman dan guru selama  pembelajaran penjas
                    KD 3 dan 4
                    4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional
                    4.2 Mempraktikkan pola gerak dasar nonlokomotor yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentukpermainan sederhana dan atau permainan tradisional
                    4.3 Mempraktikkan aktivitas jasmani untuk keseimbangan dan kelincahan tubuh melalui permainan sederhana
                    Tema 3 : Kegiatanku
                    Mapel
                    Kompetensi Dasar
                    PPKn
                      KD 1 dan 2
                      1.2 Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
                      2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
                      2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
                      2.3 Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah
                      KD 3 dan 4
                      3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
                      4.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah
                      Bahasa Indonesia
                        KD 1 dan 2
                        1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah
                        1.2 Menerima keberadaan Tuhan Yang Maha Esa atas penciptaan manusia dan bahasa yang beragam serta benda-benda di alam sekitar
                        2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/ atau bahasa daerah
                        KD 3 dan 4
                        3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan panca indera, wujud, dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
                        4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan panca indera, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
                        4.4 Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
                        Matematika
                          KD 1 dan 2
                          2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan sesuai prosedur/aturan dengan memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan
                          KD 3 dan 4
                          3.1 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan bendabenda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
                          3.3 Membandingkan dengan memperkirakan lama suatu aktivitas berlangsung menggunakan istilah sehari-hari (lebih lama, lebih singkat)
                          4.1 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya
                          4.3 Menyatakan suatu bilangan asli sebagai hasil penjumlahan atau pengurangan dua buah bilangan asli lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban
                          4.7 Mengumpulkan dan mengelola data pokok kategorikal dan menampilkan data menggunakan grafik konkret dan piktograf tanpa menggunakan urutan label pada sumbu horizontal
                          SBP
                            KD 1 dan 2
                            1.1 Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan
                            2.1 Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
                            2.3 Menunjukkan perilaku disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam sekitar melalui berkarya seni
                            KD 3 dan 4
                            4.1 Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
                            4.7 Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu
                            Penjas
                              KD 1 dan 2
                              1.2 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai
                              2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan
                              KD 3 dan 4
                              4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep: tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan/atau tradisional
                              Tema 4 : Keluargaku
                              Mapel
                              Kompetensi Dasar
                              PPKn
                                KD 1 dan 2
                                1.2. Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
                                2.2. Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
                                2.3. Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah
                                KD 3 san 4
                                3.2. Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan seharihari di rumah dan sekolah
                                4.3. Mengamati dan menceritakan kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah
                                Bahasa Indonesia
                                  KD 1 dan 2
                                  1.1. Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah
                                  2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
                                  KD 3 dan 4
                                  3.3. Mengenal teks terima kasih tentang kasih sayang dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
                                  3.4. Mengenal teks cerita diri atau personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan
                                  dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu
                                  pemahaman
                                  3.5. Mengenal teks diagram atau tabel tentang anggota keluarga dan kerabat dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
                                  4.4. Menyampaikan teks cerita diri atau personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
                                  Matematika
                                    KD 1 dan 2
                                    2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan sesuai prosedur atau aturan dengan memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan
                                    KD 3 dan 4
                                    3.1. Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan bendabenda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
                                    3.11. Menentukan urutan berdasarkan panjang pendeknya benda, tinggi rendahnya tinggi badan, dan urutan kelompok berdasarkan jumlah anggotanya
                                    4.1. Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau di tempat bermain serta memeriksa kebenarannya.
                                    4.8. Mengurai sebuah bilangan asli sampai dengan 99 sebagai hasil penjumlahan atau pengurangan dua buah bilangan asli lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban.
                                    SBP
                                      KD 1 dan 2
                                      1.1 Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tandatanda kekuasaan Tuhan
                                      2.1. Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
                                      KD 3 dan 4
                                      4.1. Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna, dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
                                      4.5. Menyanyikan lagu anakanak dan memperagakan tepuk birama dengan gerak
                                      4.7. Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu
                                      4.13. Membuat karya kreatif dengan menggunakan bahan alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan melipat, menggunting, dan menempel
                                      Penjas
                                        KD 1 dan 2
                                        1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya
                                        sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai
                                        2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan
                                        2.2. Menunjukkan perilaku santun kepada teman dan guru selama pembelajaran penjas
                                        Kd 3 dan 4
                                        4.1. Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep tubuh, ruang, hubungan,
                                        dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional
                                        4.6. Mempraktikkan pola gerak dasar senam sederhana menggunakan pola lokomotor dan nonlokomotor yang dilandasi konsep gerak mengikuti irama (ketukan) tanpa atau dengan musik

                                        Ditulis oleh:ghany maulana
                                        Media Belajar Diperbarui pada: Sunday, October 26, 2014

                                        Saturday, 25 October 2014

                                        Wujud Zat

                                        Salam Sains ,mari kita belajar IPA.Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Di sekitar kita terdapat benda-benda yang dapat kamu kelompokkan kedalam tiga wujud zat. Beberapa benda seperti besi, kayu, aluminium  termasuk zat padat. Air, minyak termasuk zat cair, sedangkan gas elpiji, udara termasuk zat gas. Pada prinsipnya terdapat tiga wujud zat yaitu : zat padat, zat cair dan zat gas.

                                        Zat Padat
                                        Ciri zat padat yaitu bentuk dan volumenya tetap. Contohnya kelereng yang berbentuknya bulat, dipindahkan ke gelas akan tetap berbentuk bulat. Begitu pula dengan volumenya. Volume kelereng akan selalu tetap walaupun berpindah tempat ke dalam gelas. Partikel-partikel pada zat padat saling berdekatan, tersusun teratur dan mempunyai gaya tarik antar partikel sangat kuat. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat padat dapat bergerak dan berputar pada kedudukannya saja. Pada umumnya zat padat berbentuk kristal (seperti gula pasir atau garam dapur) atau amorf (seperti kaca dan batu granit). Partikel zat padat memiliki sifat seperti berikut:
                                        • Letaknya sangat berdekatan
                                        • Susunannya teratur
                                        • Gerakannya tidak bebas, hanya bergetar dan berputar di tempatnya
                                        Zat Cair
                                        Zat cair memiliki volume tetap tetapi bentuk berubah-ubah sesuai dengan yang ditempatinya. Apabila air dimasukkan ke dalam gelas, maka bentuknya seperti gelas, apabila dimasukkan ke dalam botol akan seperti botol. Tetapi volumenya selalu tetap. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel agak lemah. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah berpindah tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.  Partikel zat cair memiliki sifat seperti berikut:
                                        • Letaknya berdekatan
                                        • Susunannya tidak teratur
                                        • Gerakannya agak bebas, sehingga dapat bergeser dari tempatnya, tetapi tidak lepas dari kelompoknya
                                        Zat Gas
                                        Ciri dari gas di antaranya bentuk dan volume berubah sesuai dengan tempatnya. Gas yang terdapat di balon memiliki bentuk dan volume yang sama dengan balon. Gas yang terdapat di dalam botol, bentuk dan volumenya sama dengan botol. Zat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volume berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarenakan partikel pada zat gas dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya.  Partikel zat gas memiliki sifat seperti berikut:
                                        • Letaknya sangat berjauhan
                                        • Susunannya tidak teratur
                                        • Gerakannya bebas bergerak, sehingga dapat bergeser dari tempatnya dan lepas dari kelompoknya, sehingga dapat memenuhi ruangan
                                        Perubahan Wujud Zat
                                        Perubahan wujud zat digolongkan menjadi enam peristiwa sebagai berikut.
                                        a. Membeku
                                        Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contoh peristiwa mencair yaitu air yang dimasukkan dalam freezer akan menjadi es batu, lilin cair yang didinginkan.
                                        b. Mencair
                                        Peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contoh peristiwa mencair yaitu pada batu es yang berubah menjadi air, lilin yang dipanaskan, dan lain-lain.
                                        c. Menguap
                                        Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contohnya air yang direbus jika dibiarkan lama-kelamaan akan habis, bensin yang dibiarkan berada pada tempat terbuka lama-lama juga akan habis berubah menjadi gas.
                                        d. Mengembun
                                        Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contoh mengembun adalah ketika kita menyimpan es batu dalam sebuah gelas maka bagian luar gelas akan basah, atau rumput di lapangan pada pagi hari menjadi basah padahal sore harinya tidak hujan.
                                        e. Menyublim
                                        Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contoh menyublim yaitu pada kapur barus (kamper) yang disimpan pada lemari pakaian lama-lama akan habis.
                                        f. Mengkristal
                                        Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contoh mengkristal adalah pada peristiwa berubahnya uap menjadi salju.


                                        Saat zat padat dipanaskan, mengakibatkan partikel-partikel zat padat bergerak lebih cepat dan gaya tarik antarpartikel menjadi lemah. Akibatnya partikel-partikel dapat berpindah tempat menyebabkan wujud zat berubah dari padat menjadi cair. Bila zat cair dipanaskan, mengakibatkan partikel-partikel zat cair bergerak cepat dan gaya tarik antarpartikel menjadi lemah. Akibatnya partikel-partikel dapat berpindah tempat menyebabkan wujud zat berubah dari cair menjadi gas.  
                                        Perubahan wujud zat terjadi akibat perubahan gerak partikel.
                                        Kohesi dan Adhesi
                                        Kohesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang sejenis. Kohesi dipengaruhi oleh kerapatan dan jarak antarpartikel dalam zat. Dengan demikian,  gaya kohesi zat padat lebih besar dibandingkan dengan zat cair dan gas. Gaya kohesi mengakibatkan dua zat bila dicampurkan tidak akan saling melekat. Contoh peristiwa kohesi adalah : Tidak bercampurnya air dengan minyak, tidak melekatnya air raksa pada dinding pipa kapiler, dan air pada daun talas.

                                        Adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang tidak sejenis. Gaya adhesi akan mengakibatkan dua zat akan saling melekat bila dicampurkan. Contohnya : Bercampurnya air dengan teh/kopi, melekatnya air pada dinding pipa kapiler, melekatnya tinta pada kertas, dll.  

                                        Akibat adanya kohesi dan adhesi, terjadi beberapa peristiwa menarik dalam fisika. Berikut ini beberapa di antaranya :

                                        1. Meniskus Cembung dan Meniskus Cekung 
                                        Meniskus adalah peristiwa mencekung atau mencembungnya permukaan zat cair. Berdasarkan bentuk permukaan zat cair, meniskus dibedakan menjadi dua, yaitu meniskus cembung dan meniskus cekung. 
                                        Meniskus cembung terjadi jika kohesi lebih besar daripada adhesi (kohesi > adhesi). Sedangkan meniskus cekung terjadi jika adhesi lebih besar daripada kohesi (adhesi > kohesi).
                                        2. Kapilaritas 
                                        Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair di dalam pipa kapiler (pipa yang diameternya sangat kecil). Contoh peristiwa kapilaritas antara lain naiknya minyak tanah pada sumbu kompor, naiknya air dari akar ke daun pada tumbuhan melalui pembuluh xylem, Basahnya dinding dalam rumah ketika dinding luar basah terkena air, dll. Permukaan zat cair (contohnya air dan raksa) pada bejana berhubungan yang memiliki pipa kapiler.

                                        3. Tegangan Permukaan
                                        Tegangan permukaan merupakan kecenderungan zat cair untuk menegang sehingga pada permukaan zat cair seolah olah terdapat selaput atau lapisan yang tegang , sehingga dapat menahan benda. Hal ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara partikel zat cair (kohesi). Beberapa contoh peristiwa tegangan permukaan diantaranya yaitu serangga air dapat berjalan di atas permukaan air, tetesan air pada permukaan daun talas berbentuk seperti bola, tetesan embun yang menempel di atas rumput berbentuk seperti bola, silet dapat mengambang dipermukaan air

                                        Ditulis oleh:ghany maulana
                                        Media Belajar Diperbarui pada: Saturday, October 25, 2014

                                        Anggota Tata Surya

                                        Anggota Tata Surya. Selain Bumi, terdapat planet-planet lain yang mengelilingi Matahari. Tidak hanya Bumi yang mengelilingi Matahari, tetapi planet-planet lain, satelit, asteroid, dan meteor juga mengelilingi Matahari. Semua bendabenda langit menjadi satu kesatuan dan membentuk sebuah sistem yang sangat teratur. Sistem ini disebut tata surya.

                                        1. Matahari
                                        Matahari adalah pusat tata surya. Matahari merupakan sebuah bintang yang paling dekat dengan bumi. Seperti bintang lainnya, Matahari merupakan sebuah benda panas yang tersusun oleh berbagai gas yang bertekanan tinggi. Matahari adalah raksasa jika dibandingkan dengan planet yang terbesar sekali pun. Diameter Matahari 109 kali diameter Bumi, yaitu 1,4 juta km. Walaupun Matahari itu berbentuk gas, beratnya lebih dari 300.000 kali berat Bumi. Suhu permukaannya ± 5.000°C. 

                                        2. Planet
                                        a. Merkurius
                                        Mercurius adalah planet yang paling dekat matahari. Permukaan Mercurius sangat panas dan kering. Suhu permukaan Mercurius dapat mencapai 427° C pada tengah hari dan –184° C pada tengah malam. Permukaan Mercurius mempunyai sejumlah kawah atau lubang ledakan yang terjadi akibat tabrakan dengan meteor dan komet. Gravitasi pada permukaan planet Merkurius adalah sekitar sepertiga gravitasi pada permukaan Bumi.
                                        b. Venus
                                        Venus adalah yang terpanas dalam tata surya. Lapisan atmosfer yang tebal seperti awan putih menyelubungi permukaannya. Awan putih ini terdiri dari karbon dioksida yang terjadi akibat pembakaran asam sulfat panas oleh gunung-gunung berapi. Awan ini menghalangi pemantulan panas Matahari, sehingga menyebabkan suhu menjadi sangat panas. Suhu siang hari dapat mencapai lebih dari 500° C. Venus sering disebut bintang pagi atau bintang senja karena sering terlihat berkilauan dari bumi pada pagi atau senja hari.
                                        c. Bumi
                                        Bumi juga satu-satunya planet mempunyai unsur (seperti air) yang dapat berupa gas, cairan, dan padat. Bumi adalah suatu planet yang dinamis, yang secara konstan mendaur ulang dirinya sendiri.
                                        d. Mars
                                        Besar planet ini setengah dari ukuran Bumi. Satu hari di Mars hampir sama lamannya dengan satu hari di Bumi. Mars mempunyai dua bulan yang mungkin dapat menangkap asteroids. Belahan selatannya adalah suatu permukaan tua yang stabil dengan banyak orang kawah atau lubang ledakan, sedangkan belahan utaranya menjaga arus lahar dari gunung berapi dahsyat yang paling besar dalam sistem tata surya. Planet Mars adalah planet yang paling mirip dengan Bumi, sehingga para ilmuwan terus melakukan serangkaian penelitian apakah memungkinkan bagi manusia untuk hidup di planet ini.
                                        e. Jupiter
                                        Jupiter merupakan planet paling besar dalam tata surya. Ukuran planet Jupiter dua kali dari gabungan semua planet lain dalam tata surya. Atmosfer Jupiter terdiri dari hidrogen dan helium, serta mempunyai awan dari amoniak dan kristal es. Sistem Jupiter dan satelit-satelitnya menyerupai miniatur tata surya. Planet Jupiter mempunyai hari yang paling pendek dibanding planet-planet lain karena periode rotasi planet Jupiter ini hanya kurang lebih 10 jam. Malam hari pada planet Jupiter adalah jauh dari gelap, langit terlihat terang oleh banyaknya bulan.
                                        f. Saturnus
                                        Planet ini dikelilingi oleh beribu-ribu cincin yang terbentuk dari partikel-partikel es dan batu karang yang kecil yang diperkirakan merupakan bekas peninggalan dari suatu satelit terdahulu yang telah hancur oleh suatu benturan dengan satelit yang lain. Dalam tata surya, planet Saturnus mempunyai urutan kedua terbesar setelah planet Jupiter. Meskipun demikian, kepadatan planet Saturnus sangat rendah sedemikian hingga planet dahsyat ini bisa mengapung di atas air. Hal ini diperkirakan karena planet Saturnus berisi kebanyakan gas helium dan hidrogen. Planet ini juga dapat menghasilkan panas sendiri akibat sparasi gas.
                                        g. Uranus
                                        Planet Uranus adalah urutan ketujuh dari Matahari. Yang membedakan planet Uranus dari planet-planet yang lain adalah bahwa salah satu kutubnya menghadap ke Matahari. Satu teori menyatakan bahwa hal ini diakibatkan planet Uranus ditabrak oleh suatu objek besar, sehingga bergeser ke sisinya. Sedangkan objek yang menabraknya hancur dan bekas peninggalannya membentuk awan uap air batu-batu di sekitar Uranus yang membentuk cincin tipis. Ada teori lain yang menyatakan bahwa cincin tipis yang menyelubungi planet Uranus terbentuk akibat salah satu satelinya dihantam oleh meteor. Seperti Neptunus, kebanyakan dari Uranus adalah suatu samudra air yang kotor yang tecampur gas metana dan amoniak. Atmosfernya yang terdiri dari helium dan hidrogen memperlihatkan suatu jejak gas metana yang memberi warna hijau kebiru-biruan pada planet ini.
                                        h. Neptunus
                                        Planet tejauh dari Matahari adalah Neptunus. Keadaan planet Neptunus hampir sama dengan planet Uranus. Kedua planet ini sering disebut planet kembar. Neptunus adalah planet dalam tata surya yang paling berangin. Ukuran planet Neptunus empat kali ukuran Bumi dan sedikit lebih kecil dibanding planet Uranus. Planet ini mempunyai suatu inti yang kecil dari batu karang dan dikelilingi oleh suatu samudra bercampur dengan lumpur dan material berbatu. Atmosfernya yang terdiri dari helium dan hidrogen. Seperti pada Uranus, sedikit gas metana memberikan warna hijau kebiru-biruan pada planet ini.

                                        Gerakan planet-planet mengitari Matahari disebabkan oleh adanya gaya gravitasi. Secara umum, hukum gravitasi mengatakan bahwa benda-benda yang memiliki massa akan tarik-menarik yang besarnya berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Semakin besar jaraknya semakin kecil gaya tariknya dan semakin kecil jaraknya semakin besar gaya tariknya. Gaya gravitasi Matahari dirumuskan sebagai berikut.
                                        F = G .m . M ............(9.1)
                                        r2
                                        Keterangan:
                                        G = konstanta gravitasi
                                        m = massa planet
                                        M = massa Matahari
                                        r = jarak planet dengan Matahari
                                        F = gaya gravitasi Matahari

                                        Gaya gravitasi Matahari mampu membuat lintasan planet berbentuk elips. Perhatikan gambar lintasan-lintasan planet di dalam tata surya. Untuk memahami perbandingan antarplanet, perhatikan Tabel.
                                        Planet
                                        Diameter Rata-Rata (km)
                                        Jarak Rata-Rata dari Matahari (km)
                                        Massa (kg)
                                        Periode Rotasi
                                        Periode Revolusi
                                        Merkurius
                                        4.862
                                        58 juta
                                        3,29 × 1023
                                        59 hari
                                        88 hari
                                        Venus
                                        12.190
                                        108 juta
                                        4,90 × 1024
                                        –243 hari
                                        225 hari
                                        Bumi
                                        12.725
                                        149,6 juta
                                        5,98 × 1024
                                        23,9 jam
                                        365 hari
                                        Mars
                                        6.780
                                        228 juta
                                        6,58 × 1023
                                        24,6 jam
                                        687 hari
                                        Jupiter
                                        142.860
                                        779 juta
                                        1,90 × 1027
                                        9,8 jam
                                        11,9 tahun
                                        Saturnus
                                        120.000
                                        1.428 juta
                                        5,68 × 1026
                                        10,2 jam
                                        29,5 tahun
                                        Uranus
                                        50.100
                                        2.875 juta
                                        8,97 × 1025
                                        –10,8 jam
                                        84 tahun
                                        Neptunus
                                        48.600
                                        4.500 juta
                                        1,02 × 1026
                                        15,8 jam
                                        164,8 tahun
                                        Setiap planet mengitari Matahari dalam sebuah lintasan elips yang disebut orbit planet. Orbit segenap planet hampir pada bidang yang sama. Johannes Kepler (1571–1630) telah meneliti gerak planet-planet dalam mengelilingi Matahari, kemudian merumuskannya dalam Hukum Kepler.
                                        Hukum I Kepler
                                        Lintasan setiap planet berbentuk elips dan Matahari terletak di salah satu fokus elips.
                                        Hukum II Kepler

                                        Dalam waktu yang sama, planet menempuh bidang yang luasnya sama.
                                        Hukum III Kepler
                                        Kuadrat periode revolusi planet berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak planet terhadap Matahari.
                                        Asteroid
                                        Menurut Titus Bode, ada daerah kosong antara Mars dan Jupiter. Para ahli astronomi pada masa Bode yakin bahwa ada sebuah planet yang belum diketahui di antara kedua benda itu. Untuk menelitinya, pada tanggal 1 Januari 1801, seorang ahli astronomi Italia, Giuseppi Piazzi menemukan sebuah benda langit dalam ruang angkasa di antara orbit Mars dan Jupiter. Kemudian, benda ini dinamakan Ceres yang diketahui mempunyai diameter sekitar 1.000 km. Lambat laun daerah kosong di antara Mars dan Jupiter ditemukan benda-benda kecil lain yang mirip planet.Sekarang telah ditemukan lebih dari seribu benda-benda kecil seperti ini dan ditaksir seluruhnya lebih dari 5.000 buah. Benda langit ini dikenal sebagai planet kecil atau asteroid.

                                        4. Komet
                                        Di antara berbagai anggota keluarga Matahari yang paling aneh ialah komet. Komet tidak tunduk pada berbagai hukum yang menguasai kesembilan planet dan beribu-ribu asteroid. Komet bukannya bergerak di dalam orbit yang hampir sirkuler pada arah yang tunggal, tetapi berputar sekeliling Matahari dalam bentuk elips yang memanjang luar biasa dan ke setiap arah. Sekarang, secara umum telah disepakati bahwa komet termasuk anggota keluarga Matahari. Komet biasanya tampak sebagai benda yang suram dan terpencar. Pusatnya merupakan bagian yang terpadat. Bagian padat ini disebut sebagai inti. Daerah mirip tudung yang mengelilingi inti disebut koma. Pada saat komet mendekati Matahari, koma menjadi lebih cerah. Pada jarak sekitar 160 juta km dari Matahari, beberapa komet menunjukkan zat berkabut yang mengalir dan menjauhi Matahari serta membentuk ekor. Ekor ini tampak terdiri atas gas yang sangat tipis yang bersinar dengan menyerap dan memantulkan cahaya Matahari yang jatuh di atasnya. 
                                        5. Meteor
                                        Orang percaya bahwa komet mungkin pecah menjadi partikel-partikel yang kadang-kadang terlihat memasuki atmosfer Bumi sebagai meteor. Besar meteor berkisar dari pecahan yang tidak lebih besar dari kepala jarum sampai batu raksasa yang beratnya berton-ton. Kamu dapat mengetahui adanya meteor dengan melihat cahaya cerah yang dihasilkan oleh benturan meteor dengan atmosfer Bumi. Kebanyakan meteor hancur setelah membentur atmosfer. Namun beberapa di antaranya mendarat di Bumi dan disebut meteorit.
                                        6. Satelit
                                        Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus mempunyai satelit atau bulan yang berputar mengelilingi planetplanet tersebut. Dari hasil pengamatan para astronom baru-baru ini, mungkin Pluto mempunyai satelit.

                                        Matahari
                                        1. Energi Matahari
                                        Sumber energi Matahari berasal dari reaksi fusi, yaitu penggabungan inti-inti atom Hidrogen membentuk inti-intiatom Helium. Akibat reaksi kimia pada inti Matahari, maka terjadi pengurangan massa Matahari yang berubah menjadi energi Matahari. Oleh Albert Einstein, besarnya energi dirumuskan :
                                        E = m × c2 .......... (9.2)
                                        Keterangan:
                                        E = energi Matahari (joule)
                                        m = massa yang hilang (kg)
                                        c = kecepatan cahaya (3 × 108 m/s)

                                        2. Lapisan-Lapisan Matahari
                                        Matahari tersusun oleh beberapa daerah yang berbeda, yaitu atmosfer Matahari, fotosfer,
                                        dan inti Matahari. Atmosfer Matahari terdiri atas dua lapisan. Lapisan sebelah dalam disebut kromosfer atau bola warna. Lapisan ini menjulang sejauh 12.000 km di atas permukaan Matahari. Lapisan atas atau sebelah luar terdapat korona atau mahkota. Korona ini membentuk lingkaran cahaya putih indah yang mengelilingi keseluruhan Matahari dan menyorotkan pita cahaya yang panjangnya berjuta-juta kilometer ke arah ruang angkasa. Fotosfer merupakan lapisan yang menyelubungi lapisan inti Matahari. Suhu pada lapisan ini ± 6.000°C. Inti Matahari merupakan lapisan terdalam, tempat berlangsungnya reaksi inti.

                                        Bumi
                                        1. Bagian-Bagian Bumi
                                        Bumi terdiri atas tiga bagian, yaitu udara, air, dan bagian padat atau seperti yang dikatakan seorang ilmuwan, atmosfer, hidrosfer, dan litosfer. 
                                        • Atmosfer adalah udara yang mengelilingi Bumi, terdiri atas sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% gas-gas lain, termasuk uap air, debu, dan karbon dioksida.
                                        • Lapisan bawah dari selubung udara adalah troposfer. Dalam bahasa Yunani tropos berarti ”berubah”. Troposfer merupakan daerah tempat perubahan-perubahan besar terjadi yaitu suhu, tekanan, dan kadar uap air. Walaupun sebagian besar perubahan atmosfer relatif terjadi di dekat Bumi, troposfer meluas sampai suatu ketinggian sekitar 10 km.
                                        • Lapisan selanjutnya adalah stratosfer yang merupakan zona angin aneh yang dikenal sebagai aliran jet. Pada aliran jet ini aliran udara sangat kuat dan bergerak cepat, dapat mencapai kecepatan 400 km/jam. Suhu di dalam stratosfer naik dari tingkat bawah –60°C pada ketinggian 10 km sampai ke tingkat atas 0° C pada ketinggian 40 km.
                                        • Lapisan selanjutnya adalah termosfer. Daerah udaranya sangat tipis karena terbuka oleh radiasi dari ruang angkasa dan Matahari. Pada ketinggian 400 km atau lebih terdapat eksosfer yang dipandang sebagai pinggiran atmosfer yang paling luar.
                                        2. Rotasi dan Revolusi Bumi
                                        Bumi melakukan dua rotasi sekaligus, yaitu rotasi terhadap sumbunya dan rotasi terhadap Matahari (disebut revolusi Bumi). Arah rotasi Bumi adalah dari barat ke timur. Waktu yang diperlukan Bumi untuk melakukan rotasi pada sumbunya yaitu 1 hari atau 23 jam 56 menit 4,09 detik, kemudian dibulatkan menjadi 24 jam.

                                        Rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa. Di antaranya adalah menyebabkan terjadinya siang dan malam, gerak semu harian benda langit, terjadi pemepatan bentuk Bumi di daerah kutub dan penggembungan di daerah ekuator, pembelokan arah angin, menyebabkan terjadinya perbedaan waktu untuk tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya.

                                        Revolusi Bumi adalah gerak Bumi mengelilingi Matahari. Periode revolusi Bumi adalah 1 tahun, yaitu 365,25 hari atau 365 ¼ hari. Revolusi Bumi menyebabkan beberapa peristiwa,yaitu gerak semu Matahari, pergantian musim, perubahan lamanya siang dan malam, dan terlihatnya rasi bintang yang berbeda-beda dari bulan ke bulan.

                                        Ketika berevolusi, Bumi tidak tegak lurus terhadap bidangekliptika, melainkan miring dengan arah yang sama dan membentuk sudut 23,5°. Oleh karena itu terdapat empat kedudukan Bumi pada orbitnya, yaitu sebagai berikut
                                        • Tanggal 21 Maret sampai dengan 21 Juni. Belahan Bumi utara mengalami musim semi, sedangkan belahan Bumi selatan mengalami musim gugur.
                                        • Tanggal 21 Juni sampai dengan 23 September. Belahan Bumi utara mengalami musim panas, sedangkan belahan Bumi selatan mengalami musim dingin.
                                        • Tanggal 23 September sampai dengan 22 Desember. Kutub utara Bumi condong menjauhi Matahari sehingga mengalami musim gugur, sedangkan kutub selatan makin condong ke Matahari sehingga mengalami musim semi.
                                        • Tanggal 22 Desember sampai dengan 21 Maret. Kutub selatan makin condong ke arah Matahari sehingga mengalami musim panas. Kutub utara mengalami musim dingin karena letaknya makin jauh dari Matahari

                                        Ditulis oleh:ghany maulana
                                        Media Belajar Diperbarui pada: Saturday, October 25, 2014