Sunday, March 25, 2012

Perkembangbiakan Hewan dan Tumbuhan

Perkembangbiakan Generatif
P
erkembangbiakan secara kawin terjadi karena adanya pembuahan sel telur oleh sel sperma. Sel sperma dihasilkan hewan jantan. Adapun sel telur dihasilkan hewan betinaBerdasarkan caranya, pembuahan pada hewan dibedakan menjadi dua. Pertama, pembuahan di luar tubuh. Kedua, pembuahan di dalam tubuh.

  • Pembuahan di Luar Tubuh (Fertilisasi Eksternal)Pembuahan di luar tubuh terjadi karena penggabungan sel telur dan sperma terjadi di luar tubuh induknya. Contohnya, pada ikan dan katak.
  • Pembuahan di dalam Tubuh ( Fertilisasi Internal)
    Pembuahan di dalam tubuh artinya penggabungan sel telur dan sel sperma terjadi di dalam tubuh induknya. Pembuahan di dalam tubuh terutama terjadi pada kelompok reptilia (hewan melata), unggas, dan mamalia (hewan menyusui).
Perkembangbiakan secara kawin ( generatif )pada hewan
Perkembangbiakan secara kawin pada hewan dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
  • Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur (Ovipar).Pada hewan bertelur, pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di luar tubuh induknya. Embrio itu dibungkus dan dilindungi oleh cangkang. Embrio di dalam telur ini dilengkapi dengan kuning telur. Kuning telur digunakan sebagai cadangan makanan untuk perkembangan embrio. Jika embrio telah tumbuh sempurna, telur akan menetas dan keluarlah individu baru. Hewan yang berkembang biak secara bertelur disebut ovipar. Ayam, itik, angsa, dan burung merupakan contoh hewan bertelur. Contoh hewan reptil yang bertelur ialah penyu.
Hewan yang Berkembang Biak dengan Melahirkan (Vivipar) Pada hewan yang melahirkan anak,
  • sel telur dibuahi oleh sperma di dalam tubuh induknya. Pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di dalam tubuh induknya. Embrio akan berada di dalam tubuh induknya sampai waktunya dilahirkan. Hewan yang berkembang biak secara melahirkan disebut vivipar. Contohnya, sapi, kucing, kambing, dan gajah. Hewan yang berkembang biak dengan melahirkan ( mamalia)memiliki kelenjar susu. Setelah melahirkan, hewan tersebut akan menyusui dan memelihara anaknya hingga dewasa. Selain itu, hewan yang berkembang biak dengan melahirkan ditumbuhi rambut di sekujur tubuhnya. Rambut berguna untuk melindungi hewan dari luka dan sinar matahari serta menjaga kestabilan suhu tubuh.
  • Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur- Melahirkan (Ovovivipar) Selain hewan ovipar dan vivipar, ada juga hewan yang dapat bertelur-melahirkan. Hewan demikian disebut dengan ovovivipar. Pada hewan tersebut, setelah terjadi pembuahan, telur terus berkembang di dalam tubuh induk. Makanan yang dibutuhkan embrio tidak berasal dari induk. Akan tetapi, makanan berasal dari cadangan makanan yang terdapat di dalam telur. Setelah tiba waktunya dilahirkan, anaknya akan keluar dari tubuh induknya. Contoh hewan ovovivipar adalah paus, ikan pari, dan beberapa jenis ular.
Perkembangbiakan secara Tidak Kawin (Vegetatif)
Hewan berkembang biak dengan dua cara yaitu generatif ( secara kawin) dan vegetatif (tak kawin). Perkembangbiakan hewan bertujuan untuk melestarikan jenisnya atau untuk mencegah kepunahan. Hewan mengalami kepunahan karena pemanfaatan bagian tubuh hewan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pemanfaatan bagian tubuh hewan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Beberapa jenis hewan memiliki ciri khusus dan cara berkembangbiak yang berlainan.
Perkembangbiakan secara tidak kawin hanya terjadi pada hewan-hewan tingkat rendah. Perkembangbiakan secara tidak kawin dapat dilakukan dengan beberapa cara. Antara lain dengan membentuk tunas dan fragmentasi.
  • Tunas. Perkembangbiakan dengan cara pembentukan tunas antara lain terjadi pada Hydra. Tahukah kamu Hydra? Hydra merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Hydra hidup pada air tawar. Pada tubuh Hydra dewasa akan muncul tonjolan. Tonjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar. Ketika setelah cukup besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh induknya. Tunas yang terlepas akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
  • Fragmentasi. Fragmentasi adalah perkembangbiakan yang berasal dari potongan tubuhnya sendiri.Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara fragmentasi adalah planaria. Cacing planaria merupakan cacing pipih. Planaria bisa kamu temukan di bawah bebatuan di sungai. Ukurannya sangat kecil. Jika kita potong salah satu bagian tubuhnya, potongan tubuh itu akan tumbuh menjadi individu baru.



Perkembangbiakan Tumbuhan
Perkembangbiakan tumbuhan dapat dilakukan dengan biji ( secara generatif) dan ada pula yang tidak ( secara vegetatif). Perkembangbiakan secara vegetatif dapat dilakukan menggunakan bagian tubuh tumbuhan selain biji, misalnya menggunakan batang, daun, dan pucuk.
Perkembangbiakan tumbuhan secara generatif
Tumbuhan ada yang berkembang biak dengan cara generatif (kawin) adapula yang secara vegetatif (tak kawin) .Tumbuhan berkembangbiak agar tidak mengalami kepunahan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Keseimbangan ekosistem terganggu karenapemanfaatan tumbuhan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Perkembangbiakan secara generatif  selalu diawali dengan penyerbukan pada bunga. penyerbukan yaitu menempelnya serbuk sari di kepala putik. Penyerbukan kemudian diikuti dengan proses pembuahan sehingga terbentuk biji. Contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan cara generatif adalah : jambu biji, jeruk, mangga, dan lain-lain.
Jenis-Jenis Penyerbukan
  1. Penyerbukan sendiri yaitu  serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri.
  2. Penyerbukan tetangga yaitu serbuk dari jatuh ke kepala putik bunga lain tetapi masih dalam satu pohon.
  3. Penyerbukan silang yaitu  serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga dari pohon lain tetapi masih satu jenis tumbuhan.
  4. Penyerbukan bastar yaitu  serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga dari pohon lain yang sejenis tetapi berbeda varietas.
Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif Alami
Tumbuhan dapat berkembangbiak secara vegetatif ( tak kawin ). Alat perkembangbiakan vegetatif tumbuhan antara lain :
  • Spora
Alat perkembangbiakan spora terdapat pada tumbuhan lumut dan tumbuhan paku.
  • Tunas
Tumbuhan yang berkembangbiak dengan Tunas antara lain : pisang, bambu, tebu, dan lain-lain.
  • Tunas Adventif
Tumbuhan yang berkembangbiak dengan tunas adventif antara lain : sukun, cemara, dan cocor bebek.
  • Umbi Batang
Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang antara lain : ubi jalar, kentang, gembili, dan lain-lain.
  • Umbi Lapis
Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis antara lain : bawang merah, bawang putih, bunga bakung, dan lain-lain.
  • Akar Tinggal (rhyzoma)
Tumbuhan yang berkembang biak dengan akar tinggal antara lain : jahe, lengkus, kunyit, dan lain-lain.
  • Geragih ( stolon )
Tumbuhan yang berkembangbiak dengan geragih antara lain : arbei, pegagan, semanggi, dan lain-lain
Perkembangbiakan vegetatif buatan memerlukan bantuan manusia. Contoh perkembangbiakan ini adalah mencangkok, setek, dan merunduk.
a) Mencangkok
Mencangkok adalah membuat cabang ba tang tanam an menjadi berakar. Mencangkok dilakukan pada cabang yang dekat dengan batang. Caranya, sebagian kulit cabang di buang. Cabang itu kemudian dibalut dengan tanah. Pada cabang yang dicangkok akan tumbuh akar. Cabang ini siap ditanam menjadi tanaman baru. Mencangkok biasanya dilakukan pada tanaman yang berkambium. Contohnya, tanaman mangga, jambu air, dan rambutan.
b) Stek
Stek dapat dilakukan dengan menanam potongan bagian tumbuhan, bagian yang dipotong dapat berupa batang, daun, atau akar. Oleh karena itu kita mengenal tiga macam stek. Stek batang dapat kita lakukan pada tanaman singkong dan tanaman sirih. Stek daun  dapat kita lakukan dengan memotong helaian daun, kemudian menenamnya. Stek daun dapat dilakukan pada tumbuhan cocor bebek dan begonia. Stek akar dapat dilakukan dengan cara memotong bagian akar. Stek akar dapat dilakukan pada tanaman sukun
c) Merunduk
Merunduk dilakukan pada cabang tanaman yang menjalar, cabang dirundukan dan ditimbun tanah. Akar akan tumbuh dari bagian tanaman yang tertimbun tanah . Apabila akar sudah banyak, cabang dapat dipotong dari induknya. Perkembangbiakan dengan cara merunduk dapat dilakukan pada tanaman alamanda.
d) Tempel (Okulasi)
Menempel atau okulasi adalah menggabungkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain. Tumbuhan yang akan ditempeli harus yang kuat. Tempel (okulasi) bertujuan menggabungkan dua tumbuhan berbeda sifatnya. Nantinya, akan dihasilkan tumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bunga
e) Sambung (Enten)
Menyambung atau mengenten bertujuan menggabungkan dua sifat unggul dari individu yang berbeda. Misalnya, untuk menyokong tumbuhan dibutuhkan jenis tumbuhan yang memiliki akar kuat. Sementara untuk menghasilkan buah atau daun atau bunga yang banyak
dibutuhkan tumbuhan yang memiliki produktivitas tinggi. Tumbuhan yang dihasilkan memiliki akar kuat dan produktivitas yang tinggi. Contoh tumbuhan yang bisa disambung adalah tumbuhan yang sekeluarga. Contohnya, tomat dengan terung. Berikut ini adalah gambar proses menyambung.

1 comment:

  1. good...akhirnya ketemu jga,maksih y!...

    ReplyDelete